Tolak Tambang Ilegal, Unjuk Rasa Mahasiswa di Pamekasan Berlangsung Ricuh

  • Whatsapp
Mahasiswa PMII saat Unjuk Rasa di Kantor Bupati Pamekasan.

Pamekasan, portalpublik.id – Unjuk rasa yang dilakukan oleh puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Pamekasan Jawa Timur, Kamis (25/06) berlangsung ricuh.

Kericuhan bermula saat para pengunjuk rasa memaksa masuk ke kantor Bupati Pamekasan dengan melompat pagar, dan dihalangi oleh Polisi.

Read More

Aksi saling dorong dan pukul antara para pengunjuk dengan petugaspun terjadi, bahkan salah-seorang pengunjuk rasa mengalami luka dibagian kepala akibat hantaman benda keras.

Korlap Aksi, Moh. Lutfi mengatakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan harus bersikap tegas terhadap keberadaan tambang liar di Kota Gerbang Salam ini.

“Tambang liar merusak lingkungan dan ini lebih jahat dari covid-19, pemkab harus tegas ” tegasnya.

Suasana yang memanas akhirnya berhasil dikendalikan setelah Kapolres Pamekasan, AKBP Djoko Lestari turun langsung dan mengajak Mahasiswa duduk lesehan di lapangan Pendopo Bupati dan menampung seluruh tuntutan mahasiswa.

” Kami akan tindak lanjuti dengan berkoordinasi dengan anggota Forum Pimpinan Daerah. Jika kemudian ditemukan masalah, maka putusan terkait tambang galian C tersebut akan kami kembalikan kepada dinas terkait. Disini ada Pak Asisten Sekdakab Pamekasan,” kata AKBP Djoko Lestari.

Setelah berdialog cukup lama, akhirnya mahasiswa membubarkan diri dengan terib. Namun Mahasiswa tetap memberi peringatan keras, selama 7 x 27 Jam, Pemkab Pamekasan agar menutup tambang ilegal.

“Jika tidak ada reaksi dari aparat terkait, kami akan berdemo kembali ” pungkas Lutfi, (Endang/Hem/Fa).