Ciptakan Benih Jeruk Bebas Penyakit, Ini yang Dilakukan Balitjestro Kota Batu

  • Whatsapp
Benih pokok Blok Pengaduan Mata Tempel (BPMT) Jeruk bebas penyakit ciptaan Balitjestro Kota Batu.

KOTA BATU, portalpublik.id – Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika (Balitjestro) kota Batu, Jawa Timur, kini telah berhasil menciptakan benih jeruk bebas penyakit. Instansi pemerintah dibawah Badan Penelitian dan Pengembangan, Kementerian Pertanian sukses menghasilkan benih pokok Blok Pengaduan Mata Tempel (BPMT) jeruk bebas penyakit yang kini telah tersebar hampir di seluruh provinsi di Indonesia.

Plt Kepala Balitjestro Dr. Muchammad Cholid saat ditemui disela-sela acara workshop Panduan Teknis Perbenihan Jeruk di Balitjestro, kota Batu, Kamis (25/07/2019) menyampaikan bahwa dengan hadirnya produk legislasi ini mampu merubah wajah industri perbenihan jeruk Indonesia ke depan yang lebih modern, unggul dan berdaya saing.

Read More

“Kegiatan workshop ini tidak lain adalah untuk penerapan regulasi baru tentang perbenihan jeruk bebas penyakit serta implikasinya. Karena Balitjestro sebagai lembaga yang telah ditetapkan sebagai Pusat unggulan Ilmu pengetahuan dan teknologi mempunyai tugas untuk menyampaikan hilirisasi inovasi teknologi jeruk,” jelas Muchammad Cholid.

Hal tersebut juga ditambahkan Sukarman Direktur Perbenihan hortikultura, Direktorat Jenderal Hortikultura, Kementerian Pertanian menyebut bahwa Perbenihan jeruk selangkah lebih maju dibandingkan dengan komoditas lainnya karena alur dan sistem produksinya sudah lebih berpola.

“Namun disisi lain produksinya juga dihadapkan pada tantangan pada kebutuhan masyarakat serta perkembangan teknologi dan pengetahuan,” ungkapnya.

Selain itu kata dia, yang perlu diperhatikan adalah menyangkut sistem produksi benih, sertifikasi benih, pengawasan peredaran benih jeruk hingga aspek penggunaan benih yang lebih spesifik lokasi.

Ditambahkannya, perbenihan merupakan salah satu faktor kunci untuk menentukan keberhasilan agribisnis jeruk. Benih yang berkualitas akan menghasilkan tanaman yang sehat dan mampu berproduksi dengan baik dan berumur panjang dengan didukung teknologi budidaya yang tepat.

Untuk mengatasi permasalahan tersebut pada 2019 telah terbit Keputusan Menteri Pertanian (Kepmentan) NO. 04/Kpts/SR.130/D/6/2019 tentang Produksi Benih Jeruk. Kepmentan ini merupakan produk regulasi yang pertama untuk mengatur aspek produksi benih untuk komoditas tanaman buah.

Dengan adanya regulasi ini, harapan Sukarman dapat memberikan kepastian hukum bagi produsen atau penangkar benih jeruk terkait produksi entres dan atau tanaman hasil okulasi. Selain itu juga memberikan panduan yang lebih jelas dan sistematis mengenai tahapan dan mekanisme produksi benih jeruk pada rantai produksi jeruk sehingga dapat memastikan produksi benih jeruk yang dihasilkan bermutu dan bebas dari penyakit.

Untuk informasi saat ini luas panen jeruk Indonesia mencapai 46.921,8 Ha dengan produksi mencapai 2.510.419,7 ton (BPS, 2018) yang berasal dari hampir seluruh 33 propinsi. Mayoritas jenisnya adalah jeruk siam. Daerah penghasil jeruk terbesar adalah provinsi Jawa Timur dan Sumatera Utara kemudian disusul oleh Bali, Kalimantan Barat dan Kalimantan Selatan.(Aw)