Dinilai Melanggar Perda, Pemkot Batu Persoalkan Toko Modern Berlabel ‘Indomaret’

  • Whatsapp
M. Nur Adhim, Sekretaris Satpol PP Kota Batu.

KOTA BATU, portalpublik.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Batu mempersoalkan toko modern berlabel ‘Indomaret’ di areal Stasiun Pengisian Bahan bakar Umum (SPBU) Tlekung Kota Batu lantaran berada tepat di depan Kantor KPU kota Batu itu dinilai melanggar Peraturan Daerah (Perda) Nomor 2 tahun 2019 tentang Ijin Usaha Pendirian Toko Modern.

Sekretaris Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Batu M. Nur Adhim mengatakan, sesuai hasil pertemuan bersama antara Pemkot Batu, Anggota DPRD kota Batu Komisi A dengan pengusaha SPBU yang berlangsung, Jumat (5/7/2019) pagi, solusinya adalah harus merubah dari pertokoan modern sesuai dengan perijinan yang diajukan, jika hal itu tidak dilaksanakan maka sanksinya akan ditutup. Satu minggu ke depan Pemkot Batu akan melayangkan surat peringatan.

Read More

“Kita sudah rapat bersama, solusinya harus merubah dari pertokoan modern, sesuai dengan perijinan yang diajukan, agar ada titik temu maka hilangkan embel-embel Indomaret karena ijinnya mini market,” kata Adhim.

Menurutnya, dalam Perda nomor 2 tahun 2019 tentang Ijin Usaha Pendirian Toko Modern, jarak antar ruko, kalau menyangkut jalan kabupaten/kota jaraknya antar mini market, jaraknya dibatasi minimal satu kilometer, kalau jalan Propinsi itu dibatasi jaraknya 500 meter.

“Sedang Ini khan dekat dengan Alfamart jaraknya kurang dari 500 meter. Tujuan perda ini bukannya semata-mata membatasi atau tidak memperbolehkan tapi tujuan kita semata-mata memberi kesempatan kepada masyarakat kita yang melakukan usaha yang sama,” jelas Mantan Camat Junrejo ini.

Adhim juga mengungkapkan bahwa keberadaan SPBU ini semua ijinya lengkap, Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) tidak masalah Ijinnya pun ada, dalam IMB nya ada selain ada musholla, kantor juga mini maket.

“Yang menjadi persoalan itu ada di dalam IMB nya itu khan ada fasilitas ada namanya mini market, mini market ini tidak diatur secara spesifik. Mini market ini memang fasilitas, tapi begitu bekerja sama dikerja samakan dengan indomaret, alfamaret, pasar-pasar modern, maka harus ada ijinnya lagi,” jelasnya.

Sementara saat dikonfirmasi terkait terkait permintaan pemkot Batu yang meminta agar toko mini market yang berlebel ‘Indomaret’ dihilangkan, Joko Suprapto Direktur PT Natara Agung Jaya mengaku keberatan jika mini marketnya dihilangkan embel-embel ‘Indomaret’ karena ia sudah melakukan kerja sama dengan PT Pertamina.

“Rasanya kami berat jika menghilangkan label Indomaret, karena itu sudah berlabel standar nasional, sebelum melakukan hal itu kami sudah koordinasi dengan PT Pertamina,” ungkap Joko Suprapto yang juga Pengelola SPBU Tlekung .

Jika yang dipersoalkan itu terkait Perda nomor 2 tahun 2019 2019, dirinya tidak mengerti karena satu tahun lalu dirinya sudah melakukan pengurusan perijinan dan tidak terjadi masalah.

“Kalau sekarang yang dipersoalkan mini market yang berlabel Indomaret, kami akan konsultasi dengan PT Pertamina. Dan kami minta waktu satu bulan untuk melakukan berkoordinasi,” jelasnya.(Aw)