Dua Tersangka Kasus Alkes Dilimpahkan ke Kejari Bungo

  • Whatsapp
Dua dari kanan, Tersangka RJ saat keluar dari Kantor Kejari Bungo.

BUNGO, portalpublik.id – Kepolisian Negara Republik Indonesia Daerah Jambi Resort Bungo melalui Satreskrim Polres Bungo melimpahkan dua tersangka kasus alkes yang merugikan negara sebesar Rp 318.189.934 (Tiga Ratus Delapan Belas Juta Seratus Delapan Puluh Sembilan Ribu Sembilan Ratus Tiga Puluh Empat Rupiah).

Pelimpahan dua tersangka kasus alkes ini langsung di terima oleh Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Muara Bungo Galuh Bastoro Aji, SH, MH.

Bacaan Lainnya

Galuh saat ditemui diruang kerjanya membenarkan bahwa hari ini Kejaksaan Negeri Muara Bungo telah menerima dua tersangka kasus alkes beserta barang bukti yang cukup.

“Ya, hari ini kita sudah menerima limpahan tersangka kasus alkes dari pihak satreskrim polres Bungo beserta bukti-bukti yang cukup,” tutur Galuh.

Tersangka RZ saat di dalam mobil menuju Lapas Kota Jambi.

Galuh juga menjelaskan, ada dua tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan alat kesehatan Puskesmas tahun 2014. Keduanya berinisial RJ selaku Komisaris PT. Maga Ghazali Alkesindo dan RZ selaku Direktur Utama PT. Raziyan Anugrah Farma yang diduga sebagai rekanan dalam pengadaan tersebut.

Untuk barang bukti, ada beberapa dokumen serta uang tunai senilai 27,390,400,- (Dua puluh tujuh juta tiga ratus sembilan puluh ribu empat ratus rupiah).

Keduanya disangkakan melanggar pasal Pasal 2 atau Pasal 3 Ayat (1) Jo Pasal 18 Ayat (1) Undang-undang Republik Indonesia nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Republik Indonesia nomor 20 tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-undang Republik Indonesia nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo pasal 55 ayat (1) ke-1 Kitab Undang-undang Hukum Pidana.

“Ancamannya, untuk pasal 2 (primer, red) paling singkat empat tahun dan paling lama 20 tahun, sedangkan pasal 3 (subsider), paling singkat satu tahun dan paling lama 20 tahun. Denda paling sedikit Rp 50 juta, paling banyak Rp 1 miliar,” tutup galuh.(Hrd)