Ispektorat Bangkalan Terima Pelimpahan Kasus OTT Sembilan Pegawai Pasar Blega

  • Whatsapp
Joko Supriyono Kepala Ispektorat Bangkalan. (Foto: Anam).

BANGKALAN, portalpublik.id – Inspektorat Kabupaten Bangkalan menerima pelimpahan Penanganan kasus sembilan oknum pegawai pasar Blega yang terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) beberapa waktu lalu oleh Polres Bangkalan, Madura, Jawa Timur.

Kepala Inspektorat Bangkalan Joko Supriyono mengatakan, bahwa saat ini pihaknya mengaku sedang memulai pemeriksaan pada sembilan oknum pegawai tersebut dikantornya yang berlokasi di Jl Soekarno Hatta Bangkalan.

“Itu sedang diperiksa sembilan orang, saya minta waktu 30 hari, hari ini mulai diperiksa. Hasilnya kita ikuti APIP sesuai uu disiplin pegawai. Setelah tuntas kita analisa tingkat pelanggarannya,” kata Joko di kantornya sembari menunjuk ke salah satu ruang pemeriksaan. Selasa (22/10).

Mantan Asisten Perekonomian Bangkalan itu juga meminta agar masyarakat bersabar dalam menunggu hasil dari pemeriksaan diinternalnya, diapun mengatakan punya waktu tiga puluh hari dalam melakukan pemeriksaan.

“Kita arahnya belum tahu, nanti nunggu hasil keterangan dari kawan-kawan yang bertugas memeriksa, jadi belum bisa dipastikan ada atau tidaknya unsur pidana, jadi nunggu hasil pemeriksaan ini dulu,” tambah Joko yang baru menjabat beberapa hari ini.

Ditempat yang sama, Abd Rohman Tohir, Dirut Pusat Analisa Kajian Informasi Strategis (Pakis) yang kebetulan ditemui mengatakan, dirinya sengaja datang kekantor Inspektorat dalam rangka memastikan kinerja Inspektorat berlangsung ideal khususnya dalam memproses sembilan oknum pegawai Pasar Blega yang terjaring OTT.

“Saya sengaja datang untuk memastikan pemeriksaan oleh Inspektorat perihal OTT sembilan pegawai Pasar Blega, saya berharap ini berlangsung kooperatip, penindakan terkait urusan hukum Kepolisian melimpahkan itu tidak salah, konotasi pungli itu kan memang berkonotasi pada persoalan hukum yang harus ditindak,” papar Tohir saat dimintai keterangan.

Tohir mengaku optimis Inspektorat Bangkalan bertindak prosedural tanpa unsur intervensi, sehingga hasil dari pemeriksaan bisa seobjektiv mungkin.

“Inspektorat Bangkalan saat ini sudah tidak perlu diragukan lagi karena kepalanya memang punya latar belakang hukum, dia pernah menjabat sekwan, pernah di kabag hukum, juga di assisten perekonomian, dia juga pernah di BUMD Sumberdaya, jadi kami sudah tidak ragu lagi pada kinerjanya” kata jelas Tohir.(An).