Tiga Terdakwa Fee Proyek SDN Banyuanyar II Divonis Berbeda

  • Whatsapp
Sidang putusan secara online via video conference, majelis hakim Pengadilan Negeri Tipikor Surabaya

Sampang, portalpublik.id – Tiga terdakwa kasus dugaan korupsi atas fee proyek pembangunan gedung SDN Banyuanyar II, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur memasuki babak akhir.

Dalam sidang putusan secara online via video conference, majelis hakim Pengadilan Negeri Tipikor Surabaya memvonis terdakwa diantaranya Akh Rojiun selaku Kasi Sarpras Disdik Sampang dan stafnya Moh Edi Wahyudi serta Kepala SDN Banyuanyar IV dan V Edi Purnawan bersalah secara hukum.

Bacaan Lainnya

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Sampang Munarwi menyatakan, Akh Rojiun diputus 2 tahun 10 bulan penjara dan denda Rp 50 juta subsider tiga bulan kurungan.

Dua terdakwa lain yakni Moh Edi Wahyudi dan Edi Purnawan diganjar masing-masing 1 tahun 10 bulan penjara dengan denda Rp 50 juta subsider tiga bulan kurungan.

“Rojiun hukumannya lebih berat, Majelis Hakim memutusnya disertai uang pengganti Rp 900 juta lebih. Hal itu karena Rojiun mempunyai porsi peran yang lebih yaitu menerima uang fee proyek,” terang Munarwi, Jumat (3/4/2020).

Ia mengatakan, vonis untuk tiga terdakwa lebih ringan dari tuntutan JPU. Yaitu 3 tahun bagi Akh Rojiun, sementara dua terdakwa lainnya dituntut 2 tahun kurungan penjara.

Mereka dituntut berdasarkan Pasal 3 UU No 31 tahun 1999 sebagaimana dirubah dan ditambah dengan UU No 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo Pasal 55 ayat 1 KUHP.

Sementara Arman Saputra Penasehat Hukum Dua terdakwa Akh Rojiun dan Edi Wahyudi saat dikonfirmasi mengaku masih pikir-pikir atas putusan majelis hakim Pengadilan Negeri Tipikor Surabaya.

“Kami masih pikir-pikir dulu. Semisal nanti ada upaya banding berarti putusan majelis hakim dirasa keberatan oleh klien kami,” singkatnya, (Yd/Hem/Fa).