Kecewa Sistem Zonasi, Siswa di Pekalongan Bakar Belasan Piagam

  • Whatsapp
Ayah Yumna menunjukkan beberapa piagam yang diperoleh putrinya.

PEKALONGAN, portalpublik.id – Yumna (12) siswa berprestasi dari SDN Pekeringalit 02 Kajen, Kabupaten Pekalongan, nekat membakar belasan piagam penghargaan miliknya. Ia melakukan itu diduga karena kecewa tidak bisa masuk SMP yang difavoritkannya buntut sistem zonasi.

Diketahui Yumna berdomisili di perumahan Griya Kajen Indah RT 4 RW 12, Desa Gandarum, Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah. Ayah Yumna, Sugeng Witoto membenarkan aksi nekat anaknya itu, karena merasa piagam tersebut tidak perlaku lagi saat ini.

Bacaan Lainnya

Piagam-piagam tersebut sendiri merupakan hasil dari berbagai kejuaraan seni dan agama yang pernah diikuti Yumna. Beberapa juga menyabet juara satu di tingkat Kabupaten.

“Ada sekitar 15 piagam yang dibakar,” tegas Sugeng. Diantaranya piagam dari kejuaraan menulis halus, cerita islami, tilawah, adzan, nyanyi solo, nyanyi grup, dan dokter kecil.

Sugeng menjelaskan, jika anaknya mungkin kecewa karena gagal masuk di SMP Negeri 1 Kajen, tempat favorit yang diinginkan Yumna.

“Anak saya juga selalu masuk rangking kelas. Ia barangkali kecewa tidak bisa masuk sekolah favorit,” imbuhnya.

Dijelaskan Sugeng, anaknya itu sudah mendaftar lewat sistem zonasi di SMP Negeri 1 Kajen. Namun, karena jaraknya 2000 meter dari SMP Negeri 1 Kajen, Yumna tidak bisa masuk. Padahal PPDB tidak hanya memakai jalur zonasi, tetapi juga bisa menggunakan jalur prestasi, dan pemindahan orang tua.

Minimnya sosialisasi mengenai PPDB, membuat Yumna terjebak dalam sistem zonasi. “Saya mengantarkan anak saya melakukan pendaftaran lewat jalur zonasi,” paparnya. Tapi, guru dan kepala sekolah menyarankan untuk masuk ke jalur prestasi.

Sayang, di hari kedua, Yumna gagal mendaftar di jalur prestasi. Akhirnya Yumna daftar di sekolah swasta, SMP Muhammadiyah 1 Kajen.

“Saya sebagai orang tua kecewa. Daftar di jalur prestasi dari pihak sekolah malah tidak bisa,” tegasnya.(Ar)