PPUPS Sayangkan Keputusan Bupati Sumenep Masih Tutup Destinasi Wisata

  • Whatsapp
Syaiful Anwar, Juru Bicara PPUPS

Sumenep, portalpublik.id – Kecemasan para pelaku wisata yang tergabung dalam Paguyuban Pelaku Usaha Pariwisata Sumenep (PPUPS) belum selesai.

Selain belum adanya kejelasan kapan destinasi wisata kembali dizinkan beroperasi akibat pandemi virus Corona, terbaru ada pernyataan dari Bupati Kabupaten Sumenep Busyro Karim bahwa karena kondisi yang terjadi tempat wisata tetap harus ditutup.

Bacaan Lainnya

Juru bicara PPUPS Syaiful Anwar menyatakan, pernyataan mengenai destinasi wisata masih harus tetap tutup menimbulkan kesan keputusan sepihak dari Pemerintah Daerah Kabupaten Sumenep.

“Pada bulan Maret 2020, 3 surat yang dilayangkan oleh Polres Sumenep, Satpol PP, dan Disparbudpora berbeda arahan. Polres dan Satpol PP menghimbau tutup kalaupun buka hanya sampai jam 21.00, sedangkan Disparbudpora meminta tutup untuk cafe dan tempat wisata,” kata Syaiful Anwar, Kamis (28/5/2020).

Ia menegaskan, jika tempat wisata di tutup dengan alasan sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran virus Corona seharusnya hal serupa berlaku kepada sektor lain.

Hasil amatan pihaknya, hingga saat ini beberapa cafe dan pusat keramaian masyarakat yang buka ternyata membandel tanpa menerapkan protokol kesehatan.

“Sementara beberapa yang memilih menerapkan protokol dihantui ketakutan terus menerus karena berulang kali didatangi petugas untuk tetap ditutup untuk kepentingan bersama dan membantu pemerintah walaupun pada akhirnya untuk buka kembali menjadi sulit,” imbuhnya.

Atas kondisi yang terjadi, Syaiful Anwar mengungkapkan, saat ini banyak pelaku usaha wisata kesulitan dalam hal keuangan. Bukan hanya dalam biaya perawatan melainkan untuk gaji karyawan.

Data awal yang dihimpun PPUPS, untuk karyawan hotel, cafe dan destinasi wisata di Kabupaten Sumenep sudah mencapai 534 orang yang dirumahkan.

“Jika diasumsikan sebagai kepala keluarga dengan tanggungan minimal 3 orang saja maka akan ketemu jumlah 2.136 orang sebagai kelompok ekonomi rentan terdampak Covid-19. Jika semakin lama tidak ada kejelasan tidak dapat dipungkiri bisa mencapai angka lebih 20.000 orang,” ungkap Syaiful.

Sebelumnya Bupati Kabupaten Sumenep Busyro Karim mengatakan, tidak ingin berspekulasi dengan nyawa orang. Untuk itu dia memastikan tidak ada tempat wisata di daerahnya yang buka dalam waktu dekat ini.

“Saya tidak ingin berspekulasi dengan nyawa orang. Saya lebih mendahulukan nyawa orang dengan sekedar bersenang-senang. Untuk sementara ini tidak ada pembukaan tempat-tempat wisata,” tegas Busyro Karim saat pers rilis tambahan pasien terkonfirmasi positif Covid-19, Rabu, 27 Mei 2020.

Ditambahkan, dengan menutup destinasi wisata memang ada resiko yang harus dihadapi salah satunya akan berpengaruh terhadap sektor ekonomi.

“Tapi untuk apa ekonomi kita ini kalau banyak masyarakat yang terjangkit virus. Saya kira ini harus dipahami oleh semuanya,” pungkasnya.

Perlu diketahui, penutupan destinasi wisata di Kabupaten Sumenep diberlakukan sejak 16 Maret 2020 lalu. Untuk yang dikelola Pemerintah Daerah bersifat wajib sedangkan swasta sebatas imbauan.

Tujuan penutupan sementara destinasi wisata di Kabupaten Sumenep sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran virus Corona atau Covid-19, (Yd/Hem/Fa).