Pemkab Pamekasan Maksimalkan Pemberantasan Rokok Ilegal

  • Whatsapp
Pemusnahan rokok ilegal di Pamekasan

Pamekasan, portalpublik.id – Pemerintah Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur mengalokasikan sebesar 25 persen Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) tahun 2021 untuk pemberantasan barang kena cukai ilegal.

Kegiatan pemberantasan barang kena cukai ilegal tersebut dikoordinir oleh Bagian Perekonomian Setdakab Pamekasan

Bacaan Lainnya

Kabag Perekonomian Setdakab Pamekasan, Sri Puja Astuti menyatakan, kegiatan tersebut akan dilakukan oleh tim dengan melibatkan banyak pihak, diantaranya Bea Cukai, TNI, Polri, Satpol PP serta Bagian Perekonomian sendiri.

Tim yang sudah terbentuk ini akan bertindak langsung saat berada di lokasi yang ditentukan. Namun sebelumnya perlu dilakukan pemetaan dan koordinasi sehingga langkah dilapangan membuahkan hasil.

“Semua barang yang kena cukai ilegal akan langsung disita, yakni rokok ilegal, kita tidak mau main-main dengan rokok ilegal,” ujar Sri Puja Astusi, Senin (12/7/2021).

Lanjut Sri Puja Astuti, selain dengan tim yang sudah dibentuk, operasi dilapangan juga akan melibatkan perangkat desa atau kelurahan. Sehingga tim penindak rokok ilegal tersebut akan langsung mendatangi lokasi yang sudah ditentukan oleh Bea Cukai.

“Operasi penindakan barang kena cukai ilegal ini belum ada pada tahun lalu karena sifatnya ini perdana demi tegaknya hukum. Meski ini perdana pelaksanaan dilapangan tetap harus maksimal,” tuturnya.

Untuk teknis penindakan rokok bodong, pihaknya mencontohkan salah satunya seperti di pasar, pertokoan hingga tempat produksi. Penindakan dan pengawasan perlu dilakukan pada semua lini atau dari hulu ke hilir. Dengan begitu pemberantasan dapat lebih luas.

“Lokasi itu sebenarnya sudah kami bina sehingga terpaksa harus kami sita jika nanti ditemukan tetap beroperasi,” tegas Sri Puja Astuti.

Mengenai pemberian sanksi bagi pelaku peredaran rokok ilegal semuanya diserahkan kepada Bea Cukai Madura selaku pihak yang berwenang. Karena pihaknya hanya bertindak sebagai koordinator pada tim.

Untuk kegiatan sidak pemberantasan itu direncanakan dilakukan lebih dari seratus kali. Hal ini menyesuaikan dengan jumlah desa yang ada di Kabupaten Pamekasan. Tidak hanya itu setiap desa di Bumi Gerbang Salam juha dilengkapi atau disebar pengawas dalam pemberamtasan rokok ilagal.

“Kalau misalnya data dari Bea Cukai ada 189 titik ya kita melaksanakan di jumlah itu yang akan dikunjungi. Banyak memang. Pamekasan itu terbanyak rokok ilegalnya di Madura,” ungkapnya.

Sesuai pengamatan tim penanganan rokok ilegal hampir seluruh kecamatan dan desa di wilayah Kabupaten Pamekasan terdapat peredaran rokok ilegal, baik itu tempat produksi maupun toko yang menjual. (Adv/Efita/Yd)