Api Gunung Arjuna Tak Kunjung Padam, Tim Gabungan Upayakan Waterboom

  • Whatsapp
Kebakaran Hutan Gunung Arjuno.

KOTA BATU, portalpublik.id – Tim Gabungan Pemadaman Kebakaran Hutan Gunung Arjuna hingga Rabu (31/7) pukul 16.00 WIB, kewalahan padamkan api. Prakiraan sementara luasan keseluruhan lahan yang terbakar sudah mencapai 70 Hektar.

Lokasi titik api berada pada koordinat -7.765940,112.579060 yang berada pada ketinggian 2730 Meter Dari Permukaan Laut (MDPL), titik api ini merupakan titik api hasil rambatan dari titik api pertama yang berlokasi di koordinat -7.763050,12.585833 pada ketinggian 3152 MDPL.

Bacaan Lainnya

Achmad Choirur Rochim, Kasi Kedaruratan dan Logistik Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) kota Batu mengatakan, bahwa Tim gabungan pemadaman kebakaran hutan Arjuna sekarang kesulitan padamkan api lantaran terkendala medan yang curam dan terbatasnya personil.

“Tim memiliki beberapa kendala dalam penanganan pemadaman api karena sulitnya menjangkau area kebakaran karena beberapa titik api berada di lereng yang memiliki kemiringan lebih dari 60°,” kata Achmad Choirur Rochim, Rabu (31/7).

Selain itu kata dia, juga dipengaruhi factor, jauhnya lokasi titik area yang terbakar dan membutuhkan waktu perjalanan kurang lebih 4-5 jam untuk sampai pada titik api.

“Demi keselamatan, Tim Gabungan Pemadaman belum memungkinkan untuk menjangkau lokasi titik api, meski kita sudah umpayakan menambah jumlah personil,“ jelasnya.

Karena kesulitan padamkan api, lanjut dia, BPBD kota Batu, Walikota Batu Dewanti Rumpoko, Sekda Kota Batu dan Kepala UPT Tahura Malang akan mengambil langkah dengan menggunakan waterboom (penyiraman dari udara).

“Hasil rapat koordinasi hari ini, BPBD kota Batu, Walikota Batu Dewanti Rumpoko, Sekda Kota Batu dan Kepala UPT Tahura Malang terkait penanganan kebakaran hutan Gunung Arjuna penangannya akan menggunakan waterboom,” ungkapnya.

Langkah itu dilakukan, karena harus memperhatikan keselamatan kerja, mengingat medan yang cukup curam ditambah Peralatan untuk menghadapi kebakaran hutan dan lahan masih terbatas. Langkah berikutnya adalah akan mendirikan pos pantau, rencananya akan segera dibangun pos pantau dilereng Gunung Arjuna.(Aw)