Bawaslu Sumenep Dapati Medsos Tak Terdaftar Jadi Sarana Kampanye

  • Whatsapp
Koordinator Divisi Hukum dan Humas Bawaslu Kabupaten Sumenep, Imam Syafi'i

Sumenep, portalpublik.id – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur mendapati adanya aktivitas kampanye di media sosial yang tidak didaftarkan ke KPU.

Kampanye di media sosial tidak terdaftar itu diketahui setelah Bawaslu melakukan penelusuran. Sebab akun yang didaftarkan sejauh ini belum ada aktivitas.

Bacaan Lainnya

Koordinator Divisi Hukum dan Humas Bawaslu Kabupaten Sumenep, Imam Syafi’i mengatakan, pihaknya masih melakukan penelusuran apakah kampanye itu dilakukan paslon atau tidak.

“Setelah kita menggunakan tanda pagar di media sosial ditemukan ada aktivitas itu. Hanya kami belum tahu apakah itu dilakukan paslon, pendukung atau simpatisan,” ungkap Imam Syafi’i, Senin (9/11/2020).

Lanjut Imam, sesuai laporan yang diterima untuk paslon 01 yaitu Achmad Fauzi-Dewi Khalifah mendaftarkan 10 akun. Sementara paslon 02 Fattah Jasin-Ali Fikri sebanyak 13 akun.

“Kalau sesuai aturan maksimal akun media sosial yang didaftarkan ke KPU sebanyak 20 akun,” jelasnya.

Imam Syafi’i menyebutkan, sejauh ini pihaknya belum menemukan adanya kampanye hitam atau saling menyerang satu sama lain di media sosial. Meski begitu upaya pemantauan akan terus dilakukan agar tercipta Pilkada damai, aman dan kondusif.

Pilkada Kabupaten Sumenep 9 Desember 2020 diikuti dua paslon untuk berebut suara pemilih. Yaitu paslon 01 Achmad Fauzi-Dewi Khalifah dan paslon 02 Fattah Jasin-Ali Fikri, (Yd/Hem/Fa).