BMKG Ingatkan Pentingnya Mitigasi Dampak Musim Kemarau

  • Whatsapp

 

Sumenep, portalpublik.id – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geogosika (BMKG) Kalianget, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur mengingatkan masyarakat memerkuat mitigasi bencana puncak musim kemarau tahun 2021.

Read More

“Puncak musim kemarau masyarakat perlu meningkatkan mitigasi untuk mencegah dampak-dampak kemarau,” kata Kepala BMKG Kalianget, Usman Khalid, Selasa (1/6/2021).

Usman Khalid menjelaskan, awal musim kemarau di Kabupaten Sumenep sudah terjadi sejak April lalu. Sedangkan untuk puncaknya diprakirakan akan berlangsung bulan Agustus mendatang.

“Sebagian wilayah awal musim kemarau sudah terjadi April dan sebagian di Mei 2021. Namun untuk puncaknya bulan Agustus,” jelasnya.

Ia mengatakan, saat puncak musim kemarau potensi bencana alam yang kerap melanda sejumlah daerah di Kabupaten Sumenep ialah kekeringan atau krisis air bersih dan kebakaran. Sehingga mitigasi bencana perlu ditingkatkan sebagai upaya penanggulangan.

Lebih lanjut Usman Khalid menyatakan, sesuai hasil prakiraan untuk tahun ini cuaca masih relatif normal dan belum ada kondisi pemicu lainnya.

“Sesuai rilis yang keluar memang kondisi cuaca ini masih normal terjadi. Namun untuk musim kemarau memang untuk di Sumenep yang sering terjadi ialah kekeringan dan kebakaran,” pungkasnya.

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumenep, tahun ini terdapat 30 desa rawan kekeringan. Rinciannya 11 desa masuk kategori kering kritis dan 19 desa kering langka, (Yd/Hem).