Cegah Krisis Pangan, Jawa Timur Percepat Masa Tanam Padi

  • Whatsapp
Gerakan Percepatan Tanaman Padi pada Musim Kemarau di Kabupaten Sumenep.

Sumenep, portalpublik.id – Kabupaten Sumenep menjadi salah satu daerah di Jawa Timur yang dijadikan percontohan oleh Pemerintah Provinsi dalam program percepatan tanam padi musim tanam kedua.

Sebagai daerah yang ditunjuk menjalankan program dimaksud, pembukaan percepatan tanam padi dilaksanakan area persawahan Desa Babbalan, Kecamatan Batuan dengan dihadiri Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangam Provinsi Jawa Timur Hadi Sulistyo, Jumat (19/6/2020).

Bacaan Lainnya

“Kami ditugaskan oleh Ibu Gunernur Jawa Timur dalam program ini. Maksud dari program tanam awal saat memasuki musim kemarau karena saat ini di bulan Juni dan Juli masih ada hujan. Ini yang kita lakukan agar petani menanam lebih awal,” kata Hadi Sulistyo mewakili Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Jumat (19/6/2020).

Dikatakan, program percepatan tanam padi ini sebagai upaya mencegah dampak pendemi virus Corona pada sektor pangan.

Jawa Timur yang menjadi lumbung pangan nasional harus terus dipertahankan. Dengan adanya program percepatan tanam padi ini diprediksi hasil padi surplus 2,1 juta ton.

“Di Jawa Timur kita ada enam kabupaten yang menjadi percontohan program tersebut. Karena kami rasa kurang jadi ditambah dan dipilih Sumenep untuk Madura. Jadi ini antisipasi agar pangan kita tidak kosong karena Jawa Timur merupakan lumbung pangan,” jelasnya.

Sementara Wakil Bupati Kabupaten Sumenep Achmad Fauzi mengaku mendukung dengan yang diprogramkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur berkaitan menjaga ketersediaan konsumsi masyarakat.

Jika ditengah masa pandemi virus Corona ini tidak dilakukan percepatan tanam padi maka akan bisa berdampak luas khususnya sektor ekonomi dan pangan.

“Sebagai antisipasi ditengah pandemi virus Corona sehingga perlu tidak dilakukan tanam lebih awal khawatir berdampak ke ekonomi. Sekarang kan petani masih khawatir jadi ini juga sebagai motivasi kepada petani,” ucap Achmad Fauzi.

“Seperti yang dikatakan Kepala Dinas Pertanian Jawa Timur bahwa Jawa Timur tidak permah impor beras. Meski begitu harus tetap diantisipasi dan petani juga harus menyesuaikan dengan kondisi sat ini dengan tetap menerapkan protokol kesehatan,” pungkasnya.

Selain Kabupaten Sumenep, Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga menunjuk sejumlah daerah lain sebagai percontohan percepatan tanam padi pada musim tanam kedua tahun ini. Diantaranya Jember, Tulungagung, Nganjuk, Ngawi, Bojonegoro dan Tuban. (Yd/Hem/Fa)