Desa Galis Jadi Sasaran Sosialisasi Bea Cukai Madura dan Pemkab Pamekasan tentang Cukai dan DBHCHT

  • Whatsapp
Sosialisasi Bea Cukai Madura dan Pemkab Pamekasan tentang Cukai dan DBHCHT

Pamekasan, portalpublik.id – Bea Cukai Madura, Jawa Timur bersama Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), Kabupaten Pamekasan memasifkan sosialisasi perundang-undangan bidang cukai rokok ke masyarakat di tingkat desa.

Sosialisasi kali ini dilakukan kepada masyarakat Desa Galis, Kecamatan Galis dengan bertempat di balai desa setempat, Selasa (14/9/2021)

Bacaan Lainnya

Kasi Pelayanan Bea Cukai Madura, Ako Kembaren mengatakan, sosialisasi tentang cukai kepada masyarakat untuk mengajak semua pihak ikut menekan peredaran rokok ilegal di Kabupaten Pamekasan.

“Kami Bea Cukai Madura Bersama instansi terkait terus melakukann edukasi larangan rokok ilegal pada masyarakat, agara masyarakat tidak terjerumus kedalam pelaku rokok ilegal,” kata Ako Kembaren, Selasa (14/9/2021).

Pihaknya memaparkan, peserta sosialisasi diberikan pemahaman tentang larangan rokok ilegal, perbedaan cukai rokok ilegal dan legal serta pengertian cukai. Selain itu mengetahui desain pita cukai pertahunnya dan cara identifikasi rokok ilegal.

“Itu melalui identifikasi produk maupun identifikasi pita cukai yang direkatkan serta alakoasi anggaran Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) 2021 yang nantinya untuk kesejahteraan masyatakat,” jelasnya.

Ditegaskan, mengeni aturan yang berlaku bagi masyarakat yang didapat menjual atau mengedarkan rokok ilegal jelas melanggar hukum, akan dikenakan Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang cukai.

“yang melanggar akan dikenakan sangsi pidana paling lama 5 tahun penjara. Itu aturannya sudah jelas. Jadi ini yang juga kita sampaikan,” sebut Ako Kembaren.

Disisi lain Kepala Bagian Perencanaan Umum, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Pamekasan, Ach. Zainullah memaparkan, melalui sosialisasi ini Pemerintah Daerah mengajak kepada semua pihak khususnya pedagang dan produsen rokok, untuk tidak memproduksi menjual dan mengedarkan rokok tanpa cukai pita resmi.

“Selain itu peran aktif masyarakat sangat diharapkan dalam memberantas rokok ilegal. Mari kita bersama-sama memberantas serta memerangi rokok ilegal,” ucap Ach Zainullah.

Tentang alokasi DBHCHT yang diperuntuhkan untuk para masyarakat, khususnya di bidang pertanian seperti meberikan alat bantuan rajang tembakau, bantuan langsung tunai, bidang kesehatan di puskesmas waru, BPJS, praktek dalam linting rokok sehingga warga bisa bekerja di pabrik menjadi buruh.

“Selain alokasi DBHCHT untuk kesejahteraan masyarakat, Disperindag juga membangun KIHT di wilayah Tlanakan, nantinya sangat bermanfaat bagi masyarakat selain bisa menyerap lapangan pekerjaan, pembanguan KIHT juga bisa menjadi kawasan industri yang nantinya untuk kemajuan pamekasan kedepan,” sebutnya. (Adv/Efita/Yd)