Desa Gugul Pamekasan Penuhi Syarat Lokasi KIHT

  • Whatsapp
Kabid Pembinaan dan Perlindungan Disperindag Pamekasan, Agus Wijaya

Pamekasan, portalpublik.id – Desa Gugul, Kecamatan Tlanakan, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur menjadi calon lokasi pembangunan Kawasan Industri Hasil Tembakau (KIHT). Hal ini sesuai dengan hasil survey tim dari Universitas Jember (Unej).

Kabid Pembinaan dan Perlindungan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Pamekasan, Agus Wijaya mendampingi Kadisperindag Achmad Syaifuddin mengatakan, peta lokasi Desa Gugul dinilai sudah layak dan memenuhi syarat. Sehingga proses pembangunan fisik dari kawasan sekitar 2,5 hektar dari KIHT itu akan dilakukan secara bertahap dan sudah bisa dimulia pada tahun 2021 ini.

Bacaan Lainnya

“Desa Gugul sudah memenuhi untuk mejadi kawasan industry. Kami sudah menghubungi Universitas Jember itu kawasan KIHT itu sudah layak untuk dibangun. Tetapi dari pihak Unej Jember masih belum bisa turun kesini karena dalam keadaan pandemi Covid-19,” kata Agus Wijaya, Senin (6/7/2021).

Pemkab Pamekasan melalui Disperindag setempat pada tahun ini akan memulai pembangunan fasilitas berupa kantor Kawasan Industri Hasil Tembakau (KIHT). Pembangunan tersebut akan didanai dari Dana Bagi Hasil Cukai Tembakau (DBHCT).

“Pembangunan KIHT itu bertujuan untuk menarik pabrik pabrik rokok lokal di Kabupaten Pamekasan khususnya yang illegal untuk mendapat pembinaan. Dikawasan KIHT ini selain dibina pengembangan usahanya, perusahaan rokok lokal juga dibina bagaimana memproses perijinanya secara lengkap,” jelasnya.

Agus Wijaya memaparkan, dalam upaya pembangunan kawasan KIHT dilokasi strategis ini memang perlu dilakukan. Karena dengan percepatan pembangunan maka akan ada dampak bagi Kabupaten Sumenep kedepan, khususnya dalam hal peningkatan perekonomian.

Diharapkan, setiap prosesnya tidak mengalami kendala berarti, sehingga semua dapat berjalan sesuai dengan peremcanaan.

“Jika kawasan itu sudah dinyatakan memenuhi syarat kelayakan, tahap pertama untuk tahun 2021 adalah pembangunan pagar dan pemadatan saluran,” ucap Agus Wijaya.

Pihaknya memperkirakan dalam beberapa minggu kedepan, pihak Unej Jember akan datang ke Kabupaten Pamekasan untuk memaparkan hasil studi kelayakan kawasan itu dihadapan perusahaan rokok besar yang ada di Pamekassn serta difengar langsung oleh Bupati Badrut Tamam dan beberapa dinas yang terkait.

“Insyaallah dalam minggu depan ini kalau tidak ada halangan ya. Kita juga ingin ini dapat berjalan dengan lancar tentunya,” harap Agus Wijaya.

Masih kata Agus Wijaya, selanjutnya pihaknha akan melakukan perencanaan dengan membuat pembangunan kawasan itu dengan desain yang baik dan setelah selesai desain akan dilanjutkan untuk  pembangunan tahap pertama, yakni berupa pembangunan pagar dan pemadatan.

“Waktu kita yang terbatas karena keadaan covid ini kita juga kegiatan kami akan berkurang, karena keadaan waktu jadi kami akan adakan seperti itu dulu, tapi memang kalau waktu memungkinkan nanti kami akan lanjutkan, kalau waktu masih ada kami akan lanjutkan dengan pembangunan jalan dan saluran,” pungkasnya.

Adanya bangunan kawasan KIHT seluruh pemilik usaha rokok illegal di wilayah Pamekasan bisa menjadi legal. Sementara bagi masyarakat petani tembakau, dengan adanya KIHT ini produksi tembakaunya nanti akan bisa terserap atau terbeli secara maksimal oleh perusahaan rokok (Adv/Efita/Yd)