Destinasi Wisata Tetap Ditutup, PPUPS Kecewa Tak Dilibatkan

  • Whatsapp
Bambang Irianto, Disbudparpora Sumenep.

Sumenep, portalpublik.id – Paguyuban Pelaku Usaha Pariwisata Sumenep (PPUPS) kembali menyoroti sikap Pemerintah Kabupaten Sumenep berkaitan dengan penutupan destinasi wisata ditengah pandemi virus Corona.

Kali ini PPUPS menyayangkan sikap Pemerintah Daerah yang tidak melibatkan pihak swasta sebagai pelaku wisata dalam rapat koordinasi (Rakor).

Bacaan Lainnya

Juru bicara PPUPS Syaiful Anwar mengatakan, pada tanggal 28 Mei 2020 Disparbudpora Kabupaten Sumenep melakukan Rakor dengan mengundang seluruh Forkopimda, Forkopimka, Kepala desa dan Pemilik destinasi wisata. Hasilnya destinasi wisata tetap ditutup.

“Fakta tersebut mempertegas kondisi dipemerintahan Kabupaten Sumenep yang penuh konflik kepentingan satu sama lain dan hanya Asal Bupati Senang (ABS) saja,” tegas Syaiful Anwar, Jumat (29/5/2020).

Menurutnya, dalam dunia wisata di Kabupaten Sumenep ada pihak swasta yang juga ambil bagian. Namun dalam pengambilan keputusan tidak dilibatkan.

“Beberapa pelaku wisata seperti, Goa Soekarno, Pantai 9, Tectona, Boekit Tinggi, Pantai E Kasoghi memastikan bahwa tidak mendapatkan pemberitahuaan baik melalui Surat Edaran ataupun sejenisnya. Apalagi diajak duduk bersama dengan Pemerintah Daerah dalam hal ini Disparbudpora,” jelas Syaiful Anwar.

Pihaknya berharap Pemerintah Daerah lebih tegas dan tidak tebang pilih satu sama lain dalam mengambil kebijakan. Sebab dalam setiap aturannya pengelola wisata swasta harus juga mengikuti.

Untuk diketahui, dalam Rakor yang digelar Disparbudpora Kabupaten Sumenep banyak pihak yang dilibatkan, salah satunya Forkopimda, Forkopimka, kepala Desa, pemilik destinasi wisata dan instansi terkait, di Gedung Pertemuan LKS Gotong Royong Kabupaten Sumenep, Kamis (28/05/2020).

“Keputusan tetap menutup objek wisata itu sebagai upaya antisipasi memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” ucap Kepala Disparbudpora Kabupaten Sumenep, Bambang Irianto.

Pihaknya meminta Polres, Kodim maupun Forkopimda, Forkopimka, Kades dan pemilik destinasi untuk melakukan penjagaan penutupan destinasi wisata yang ada di Kabupaten Sumenep.

“Kita ketahui bersama ketika lebaran ketupat, warga biasanya berbondong-bondong mendatangi lokasi wisata. Ini yang harus diantisipasi. Makanya dilakukan penjagaan guna menghalau warga untuk tidak berkerumun atau masuk lokasi wisata,” tandasnya, (Yd/Hem/Fa).