Diduga Karena Tidak Mendukung Cakades, Makam di OKI Dibongkar

  • Whatsapp
Pembongkaran dan pemindahan makam di Desa Serigeni lama yang disaksikan ratusan warga.

OGAN KOMERING ILIR, portalpublik.id – Peristiwa pembongkaran dan pemindahan makam dikampung III Desa Serigeni Lama, Kecamatan Kota Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) heboh. Ratusan warga berbondong- bondong datang kelokasi pembongkaran dan pemindahan makam yang diduga karna beda dukungan, Rabu (7/8).

Informasi yang dihimpun dilapangan, makam yang dibongkar adalah makam almarhumah Maimunah binti Hasan, yang meninggal dunia pada 11 April 2016 lalu. Almarhumah dimakamkan di pemakaman keluarga di Kampung III, yang terletak diareal lahan milik nenek Nori yang merupakan keluarga Iriani, warga Kampung I Desa Serigeni Lama Kayuagung, yang tak lain adalah istri dari Erwan, Ketua Pemangku Adat Desa Serigeni Lama yang juga tim pemenangan salah satu bakal calon Kades Desa setempat. Erwan dan Iriani inilah yang memerintahkan Ali, anak almarhumah Maimunah untuk memindahkan makam Ibunya.

Bacaan Lainnya

Pembongkaran makam ini dilakukan sekira pukul 10.00 WIB, puluhan warga ikut langsung melakukan pembongkaran makam dan disaksikan ratusan masyarakat setempat. Setelah makam dibongkar, jenazah dibawa menggunakan perahu ketek ke lokasi baru yang letaknya di seberang Sungai Komering desa setempat milik nenek Lili.

Setelah dikuburkan, pihak keluarga juga berencana akan menggelar takziah bersama tokoh agama dan tokoh masyarakat di kediaman keluarga almarhumah.

Ali, usai pembongkaran dan pemindahan makam orang tuanya mengaku pemindahan makam ini lantaran dirinya yang masih ada ikatan keluarga dengan pemilik lahan beda dukungan terhadap bakal calon yang akan bertarung pada Pilkades Serigeni Lama pada bulan November mendatang.

“Memang saya diminta Erwan untuk mendukung bakal calon Kades mereka, tapi itu bertolak belakang dengan pilihan saya. Jadi saya terpaksa memindahkan makam, karena pilihan tersebut bertolak belakang dengan nurani saya dan menghindari konflik,” ujar Ali.

Ali menambahkan, awalnya makam yang akan dipindahkan sebanyak 4 makam, tapi lantaran pihak keluarga pemilik makam lainnya menolak untuk dipindahkan, maka hanya makam almarhumah Maimunah yang dibongkar dan dipindahkan.

“Walau berat dan sedih, saya terpaksa melakukan ini. Alhamdulillah warga lainnya peduli untuk membantu saya memindahkan makam ke lokasi baru di seberang Sungai Komering,” terangnya.

Terpisah, Dedi Kurniawan camat Kota Kayuagung mengatakan, sudah mendengar peristiwa pembongkaran dan pemindahan makam tersebut. Dirinya sangat menyesalkan hal tersebut bisa terjadi.

“Seharusnya masalah duniawi tidak usah sampai membongkar atau memindahkan makam,” tukasnya.

Reporter : Firman
Editorial : Amin
Publish : Mariska