Disperindag Pamekasan dan Bea Cukai Sosialisasi Pengawasan Industri Rokok ke Warga Pegantenan

  • Whatsapp
Sosialisasi Pengawasan Industri Rokok bagi Masyarakat Pegantenan

Pamekasan, portalpublik.id – Pemerintah Kabupaten Pamekasan, Jawa timur terus melakukan edukasi pengawasan izin usaha industri rokok pada masyarakat.

Langkah yang dilakukan melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan atau Disperindag ini untuk menekan peredaran rokok ilegal dan membantu izin perusahaan rokok ilegal menjadi legal.

Bacaan Lainnya

Sosialisasi kali ini dilakukan kepada masyarakat di Kecamatan Pegantenan. Dengan dihadiri Bagian Perekonomian Pemerintah Daerah, Disperindag, Bea Cukai Madura, Forkompimcam, perangkat desa, tokoh masyarakat dan sejumlah warga dari 7 desa.

Sosialisasi yang dilakukan di balai Desa Bulangan Timut itu juga mengedukasi tentang pengawasan izin usaha industri/ pemerintah daerah juga mensosialisasikan bangunan kawasan induatri hasil tembakau atau KIHT di Desa Gugul, Kecamatan Tlanakan.

Staf Bidang Perindustrian, Disperindag Pamekasan, Ifa mengatakan, sosialisasi kali ini pihaknya menitik tekankan pada bidang izin bangunan industri rokok, sehingga kedepan para pengusaha industri bisa berdaya saing dengan perusahaan industri yang lebih besar.

“Sosialisasi dari Disperindag secara umum menitiktekankan maslah izin bangunan industrinya dan kawasan industri hasil tembakaunya,” kata Ifa, Selasa (28/9/2021).

Pihaknya juga mensosialisasikan manfaat KIHT terhadap pemerintah khususnya pada masyarakat serta bisa menyerap tenaga kerja baru, sehingga bisa mengurangi angka pengangguran di Kabupaten Pamekasan.

“Adanya KIHT nantinya sangat berdampak pada masyarakat dan bisa menyerap tenaga kerja,” jelasnya.

Sementara Ketua BPD Desa Bulangan Haji, Fadil mengaku sangat mendukung dengan adanya sosiliasai ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang cukai, terutama larang mengkonsumsi roko ilegal.

“Kita bisa tau ciri-ciri perbedaan rokok ilegal dan legal serta alakosi dananya dari DBHCHT itu jelas untuk kesejahteraan masyarakat, khususnya petani,” tegas Fadil.

Sosialisasi ini sangat terbantu kepada masyarakat tentang larangan mengkonsumsi atau menjual rokok ilegal.

“Selain itu, dengan adanya KIHT itu juga sangat bagus untuk nantinya bisa mengurangi angka pengangguran,” tandasnya.

Pihaknya berharap, dengan adanya bangunan KIHT nantinya bisa menyerap masyarakat pamekasan untuk bekerja langsung, sehingga pemerintah benar-benar peduli untuk mengurangi angka pengangguran terutama dengan kondisi Pandemi Covid-19 ini. (Adv/Efita/Yd)