DPRD Sumenep Upayakan Kemitraan Petani Tembakau dengan Pabrikan

  • Whatsapp
Sekretaris Komisi II DPRD Sumenep, Irwan Hayat

Sumenep, portalpublik.id – Persoalan tembakau di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur menjadi perhatian serius legislatif. Hal ini seiring dengan lesunya niaga tembakau sejak benerapa tahun terakhir.

Sekretaris Komisi II DPRD Kabupaten Sumenep, Irwan Hayat menjelaskan, sejak awal 2021 persoalan tembakau telah dibahas bersama pemerintah daerah berkenaan dengan regulasi.

Bacaan Lainnya

“Jadi regulasinya harus jelas agar ada payung hukum bagi petani termasuk pabrik rokok. Kita ingin bagaimana petani ini bisa bangkit lagi,” kata Irwan Hayat, Sabtu (26/6/2021).

Bahkan, lanjut Irwan, legislatif dan eksekutif sudah merumuskan Perda tentang tata niaga tembakau. Dalam waktu dekat Perda tersebut akan di bahas ulang agar sergera dapat terealisasi.

“Muda-mudahan Perda tersebut ada klausul-klausul kepentingan dari semua pihak terutama petani. Apa yang menjadi keinginan petani kita bisa masukkan disitu dan bisa kita perjuangkan,” paparnya.

Ia menegaskan, tidak adanya kejelasan harga tembakau karena “gemuknya” mata rantai didalamnya. Sehingga persoalan tentang tembakau harus segera diselesaikan.

Melalui berbagai upaya yang akan dan tengah dilakukan pihaknya saat ini kedepan dapat tercipta atau ada kemitraan yang jelas antara petani dan pabrikan.

“Dengan upaya kita ini tujuannya ada jalinan normatif hubungan yang saling menguntungkan antara petani dan juga pihak pabrikan,” ucapnya.

Irwan mengaku, tembakau yang punya julukan sebagai daun emas tidak hanya sebatas isapan jempol melainkan bisa benar-benar menopang perekonomian petani termasuk masyarakat luas.

Diyakini, jika semua pihak sama-sama termasuk pemerintah hadir mengawal dan memberikan pengawasan kepada pertanian tembakau maka kembalinya kejayaan tembakau dapat tercapai.

“Perlu kita ketahui bahwa tambakau menjadi salah satu sektor yang memberikan sumbangan besar kepada APBN melalui cukai. Tapi selama ini kan belum ada proteksi kepada petani kita,” pungkasnya. (Yd/Hem)