Gus Sholah Wafat, Bupati Sumenep: Beliau Sosok Pemersatu Bangsa

  • Whatsapp
Bupati Sumenep Busyro Karim saat menyampaikan rasa kehilangan atas wafatnya Gus Sholeh

Sumenep, portalpublik.id – Kabar wafanya, salah-seorang tokoh Bangsa, dan Ulama Besar Nahdlatul Ulama, sungguh mengejutkan masyarakat seantero tanah air Indonesia. Tak terkecuali Busyro Karim, Bupati Sumenep Madura Jawa Timur.

Bupati dua periode di Kabupaten paling ujung pulau Madura ini mengungkap kesedihan hatinya atas sangat kehilangan atas wafatnya adik KH. Abdurrahman Wahid atau Gus Dur itu.

” Merasa kehilangan sosok, ya, yang pertama beliau adalah sosok pemersatu bangsa ” ungkapnya dengan mata berkaca-kaca.

Busyro Karim lalu menyampaikan bahwa Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur itu tidak pernah berhenti bergerak dan berpikir untuk mengupayakan persatuan demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Imdonesia (NKRI).

“Apa ya, perbedaan-perbedaan khususnya, Jawa Timur dan bumi Sumenep misalnya, pernah Gus Sholah itu menjadi narasumber di sini, tentang kerukunan antar umat beragama,” ujarnya.

Pemikiran Gus Sholah kata Bupati Sumenep, soal bagaimana merawat kerukunan antar umat beragama sangat terasa.

Bahkan Buya, sapaan akrab Bupati Sumenep pernah bersama almarhum saat seminar nasional di Kota Sumenep, sehingga ia tahu bagaimana gagasan Gus Sholah.

“ Pemikiran-pemikirannya tentang bagaimana kerukunan antar umat beragaman itu kan terasa sekali ” kenangnya.

Menurutnya, Gus Sholah adalah satu diantara sejumlah tokoh Bangsa yang tidak pernah bosan mencari solusi agar keragaman tradisi dan budaya serta paham dan pemikiran keagamaan di Indonesia menjadi sebuah kekuatan NKRI.

“ Nah, ini kita benar-benar merasa kehilangan sosok seperti beliau. Mudah-mudahan ada Sholah-sholah lain yang setiap saat selalu bergerak, berpikir, menyatukan perbedaan-perbedaan yang ada menjadi sebuah kekuatan NKRI,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Gus Sholah menghembuskan nafas terakhirnya di Rumah Sakit (RS) Harapan Kita, Jakarta, Minggu malam 22.55 WIB tanggal 02 Februari 2020.

Informasi dari berbagai sumber, jenazah akan dikebumikan di Kompleks Pemakaman Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang hari ini, Senin (03/02) pukul 16.00 WIB (hem/ofa).