Hendak Rapid Test, Petugas Medis di Sumenep Ditolak Warga

  • Whatsapp
Humas Satgas Covid-19 Kabupaten Sumenep Ferdiansyah Tetrajaya

Sumenep, portalpublik.id – Petugas medis dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sumenep, Jawa Timur mendapat penolakan dari warga yang diduga keluarga salah seorang pasien terkonfirmasi positif Covid-19.

Penolakan tersebut diketahui berdasarkan sebaran video pada media sosial. Bahkan dalam video berdurasi 2 menit 20 detik itu terlihat jelas petugas disuruh kembali oleh warga.

Read More

“Pulang saja kami tidak mau. Jangan kembali kesini lagi,” kata warga.

Humas Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sumenep Ferdiansyah Tetrajaya saat dikonfirmasi membenarkan kejadian penolakan tersebut.

“Petugas itu dalam rangka melakukan penyisiran atau mau melakukan rapid test kepada keluarga yang kontak erat dengan pasien,” kata Ferdiansyah Tetrajaya.

Kejadian penolakan itu terjadi di wilayah Kecamatan Batang-Batang. Menurutnya itu terjadi karena keluarga merasa panik setelah ada anggota keluarganya yang positif Covid-19.

“Itu risiko teman-teman dari tenaga kesehatan kita. Artinya ketika akan melakukan ‘tracing’ kontak erat pasien terkonfirmasi positif Covid-19, terkadang memang ada kendala. Salah satunya penolakan,” jelasnya.

Ditegaskan, kegiatan penyisiran terhadap kontak erat pasien terkonfirmasi positif Covid-19 yang dilakukan tenaga medis ialah semata-mata untuk melindungi masyarakat, (Yd/Hem/Fa).