IDI Sumenep Cabut Pelaporan Lima Akun Media Sosial

  • Whatsapp
IDI Sumenep saat konferensi pers di Mapolres Sumenep

Sumenep, portalpublik.id – Menerima permintaan maaf dari lima orang pemilik akun media sosial, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Kabupaten Sumenep, Jawa Timur mencabut laporan polisi atas laporan dugaan penghinaan profesi, Jumat (5/3/2021).

Kuasa Hukum IDI Cabang Kabupaten Sumenep, Hawiyah Karim menyebutkan, meski laporan dicabut namun ke lima terlapor harus menjalankan syarat yang diajukan IDI.

Bacaan Lainnya

“Ikut dalam upaya memutus mata rantai Covid-19 itu seperti membagikan APD di warga sekitar tempat tinggalnya. Dan tidak mengilangi perbuatannya lagi,” kata Hawiyah Karim di Mapolres Sumenep.

Pihaknya menginginkan, kedepan tidak ada lagi pihak yang menghina profesi seseorang. Ditambah lagi postingan atau komentar di media sosial yang dapat berdampak buruk.

“Sebelumnya kita laporkan karena postingan mereka dapat membuat narasi yang kurang baik. Karena berkaitan dengan profesi dalam penanganan pandemi virus corona,” tegasnya.

Ditempat yang sama, Kasat Reskrim Polres Sumenep, AKP Dhani Rahadian Basuki mengatakan, IDI mencabut laporan setelah ada mediasi dan membuat pernyataan bersama.

“Ini masuk Undang-Undang ITE ya kasusnya. Dalam kebijakan yang baru memang bisa dilakukan mediasi. Ini pencemaran. Selanjutnya tinggal penghentian perkara,” ucap Dhani Rahadian Basuki.

IDI Cabang Kabupaten Sumenep melaporkan lima akun media sosial ke Polres Sumenep pada 9 Juli 2020 lalu. Pelaporan dilakukan karena postingan dari akun-akun dimaksud komentar merendahkan profesi dokter. Bahkan ada kalimat dengan narasi pelecehan. (Yd/Hem/Fa)