Kapolda Jatim Minta Dukungan Ulama Soal Pilbup dan Penanganan Corona

  • Whatsapp
Kapolda Jawa Timur (Jatim) Irjen Pol Mohammad Fadil Imran saat melakukan silaturahmi ke Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan

Sumenep, portalpublik.id – Kapolda Jawa Timur (Jatim) Irjen Pol Mohammad Fadil Imran melakukan silaturahmi ke Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur.

Dalam silaturahmi kali ini ada dua poin yang menjadi tujuan Kapolda, diantaranya meminta dukungan para kyai dan ulama dalam menciptakan Pilbup damai kemudian upaya penanganan pandemi Covid-19.

Bacaan Lainnya

“Saya kesini untuk meminta dukungan kepada para kyai dan ulama untuk mengatasi situasi sekarang. Baik itu situasi Covid-19 maupun Sumenep ini akan ada Pilkada,” kata Irjen Pol Mohammad Fadil Imran, Kamis (6/8/2020).

Irjen Pol Mohammad Fadil Imran menjelaskan, keterlibatan tokoh agama untuk mengatasi kondisi yang terjadi sangat penting. Karena kyai maupun ulama menjadi panutan bagi masyarakat secara umum.

“Mudah-mudahan Covid-19 segera berlalu dan Sumenep kembali (Zona) hijau dan kedua Sumenep yang akan Pilkada dapat aman, damai dan sejuk,” harap Kapolda.

Diakui, semua yang menjadi harapan bisa terwujud jika ada dukungan dari para kyai dan ulama. Hal ini didasari adanya solusi yang baik.

Sementara Pengasuh Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan KH. Ahmad Fauzi Tidjani mengatakan, akan mendukung apa yang menjadi keinginan dan harapan Kapolda Jawa Timur.

“Kami sangat akrab dengan beliau dan sebagaimana beliau mengaharapkan kepada tokoh agama maka kita akan menjalin kerjasama dengan masyarakat dan jaringan kami,” turur KH. Ahmad Fauzi Tidjani.

Lebih lanjut KH. Ahmad Fauzi Tidjani menyatakan, segera melakukan koordinasi dengan semua pihak di Kabupaten Sumenep termasuk kepada para alumni. Sehingga penanganan Covid-19 dapat lebih maksimal dan Pilbup Kabupaten Sumenep berjalan damai.

“Disetiap wilayah ada alumni kami kita akan segera berkoordinasi untuk menciptakan keamanan politik,” imbuhnya.

Hal senada juga disampaikan Bupati Kabupaten Sumenep Busyro Karim. Pihaknya menilai semua pihak harus saling menjaga kedamaian Pilbup.

Bupati Kabupaten Sumenep dua periode ini menegaskan, perbedaan pilihan dalam politik wajar terjadi dan lumrah sebagai bagian dari demokrasi. Namun yang lain penting ialah bagaimana menjaga Kabupaten Sumenep tetap kondusif.

“Perbedaan itu biasa namun yang laing utama ialah Sumenep. Jadi semua harus bisa saling menjaga dan menciptakan Pilkada damai,” imbau Busyro Karim.

Mengenai penanganan Covid-19, pihaknya segera melakukan langkah sesuai arahan Pemerintah Pusat. Salah satunya meningkatkan kedisiplinan masyarakat terhadap protokol kesehatan.

“Ada intruksi presiden misalnya satu minggu wajib pakai masker, kemudian cuci tangan lalu ada penindakan bagi yang masih melanggar,” tegasnya, (Yd/Hem/Fa).