Kecam Penganiayaan Nurhadi Wartawan Pamekasan Desak Polisi Tangkap Pelaku

  • Whatsapp
Jurnalis Gabungan dari 4 organisasi wartawan saat menggelar aksi solidaritas di monumen Arek Lancor.

Pamekasan, portalpublik.id – Insiden kekerasan yang menimpa Jurnalis Tempo, Nurhadi, mendapat kecaman dari berbagai pihak, khususnya sesama Jurnalis di berbagai Daerah.

Di Pamekasan Madura Jawa Timur, sejumlah Jurnalis Gabungan dari 4 organisasi wartawan yakni Paguyuban Insan Jurnalis Pamekasan (PIJP), Aliansi Jurnalis Pamekasan (AJP), Forum Wartawan Pamekasan (FWP), dan Jurnalis Senter Pamekasan (JCP), menggelar aksi solidaritas.

Read More

Aksi yang kedua kalinya ini berlangsung area monomen Arek Lancor Pamekasan, Senin, (29/03).

“Kami mengecam keras setiap tindakan kekerasan kepada wartawan atau jurnalis yang sedang menjalankan tugas jurnalistiknya” kata koordinator aksi, Miiftahol Arifin, Ketua AJP.

Sambil membentangkan poster tuntutan para wartawan ini berorasi secara bergantian dengan mendesak aparat Kepolisian Daerah Jawa timur, untuk mengusut tuntas dan segera menangkap pelaku.

“Segala bentuk intimidasi terhadap para wartawan dan harus diusut tuntas tidak dan pandang bulu. Karena ini berkaitan dengan keterbukaan informasi publik dan demokrasi,” kata Miftahul Arifin.

Sementara Ketua PIJP Sujak Lukman mengatakan Jurnalis dalam menjalankan tugasnya dilindungi oleh Undang-undang dan ini merupakan salah satu indikator iklim demokrasi di NKRI.

“Tindak kekerasan terhadap wartawan, merupakan gaya Orde Lama yang semestinya tidak terjadi di era reformasi yang menjunjung tinggi keterbukaan informasi atau menjamin kebebasan pers seperti saat ini” kata Sujak Lukman.

Untuk diketahui, beberapa waktu lalu Jurnalis Tempo Surabaya, Nurhadi mendapatkan penganiayaan yang mengakibatkan dada Nurhadi sesak dan bibir robek saat menjalankan tugas jurnalistiknya.

Nurhadi, hendak meminta konfirmasi atas keberadaan seorang pejabat dari Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan yang diduga terlibat tindak pidana korupsi. (Efita/Fa/Red).