KH. Ramdlan Siradj Dukung Penuh Fauzi-Nyai Eva, Ini Alasannya

  • Whatsapp
KH. Ramdlan Siradj, Mantan Bupati Sumenep

Sumenep, portalpublik.id – KH. Ramdlan Siradj, Mantan Bupati Sumenep, Madura, Jawa Timur hadir dalam acara silaturrahmi para alumni Annuqayah, guru ngaji dan masyarakat yang juga dihadiri K. Hazmi Basyir di Desa Lenteng Barat, Kecamatan Lenteng.

Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Islam, Karang Cempaka, Bluto itu, menegaskan dukungannya kepada pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Sumenep nomor urut 1, Achmad Fauzi – Nyai Hj. Dewi Khalifah (Fauzi – Nyai Eva).

Bacaan Lainnya

Kiai kharismatik ini juga menceritakan awal mula dirinya lebih memilih mendukung pasangan nomor urut 01, Fauzi – Nyai Eva walaupun wakil pasangan calon nomor urut 02 adalah adik sepupunya, yakni KH. Ali Fikri.

“Kenapa saya dukung nomor 1? Hal itu tak lepas dari proses awal pencalonan. Karena saya tahu, dan sempat terlibat di dalamnya,” kata KH. Ramdlan Siradj.

Diceritakan, yang digadang-gadang untuk maju sebagai calon Bupati Sumenep dari Pondok Pesantren Annuqayah sebenarnya adalah KH. Muhammad Salahuddin A. Warits atau Ra Mamak, adik dari KH. Ali Fikri.

Dalam proses berikutnya, Ra Mamak mendaftar ke sejumlah partai politik untuk diusung sebagai calon bupati. Termasuk ke PKB. Hanya saja, tidak satu pun parpol yang memberikan rekomendasi kepada Ra Mamak.

“Karena PPP sendiri sudah memiliki pandangan, ingin ‘bermesraan’ dengan PKB. Sementara PKB memberikan rekomendasi kepada Pak Fattah Jasin,” urainya.

Di samping itu, ia mengaku tersindir oleh pernyataan Fattah Jasin, bahwa selama 20 tahun Sumenep ‘tidur’.

Kiai Ramdlan menilai komitmen Fauzi sangat bagus. Hal itu diketahui setelah ia bertemu langsung dengan Fauzi. Di antaranya ialah siap memulai lagi program-program yang baik selama 10 tahun kepemimpinan Kiai Ramdlan. Selain komitmennya kepada masyarakat Sumenep, menurut Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Islam Karang Cempaka, Bluto, Fauzi sudah berpengalaman mendampingi A. Busyro Karim 5 tahun.

“Analisa saya, peluang untuk menang lebih besar ada pada Fauzi. Kenapa? Bukan karena uang, tapi karena tokoh-tokoh yang ingin mencalonkan sebagai Bupati, seperti Ra Mamak dan Kiai Unais (Ali Hisyam) tak diberi jalan oleh partai politik,” papar dia.

“Kami memutuskan, bismillah tawakkaltu ‘alallah, etembhang adukung oreng se kala’a, kan bango’ adukung se (memiliki peluang lebih besar untuk. red.) menang,” pungkasnya, (Yd/Hem/Fa).