Merasa Pelayanan Dipersulit, Himpass Datangi Kantor Disdukcapil Sumenep

  • Whatsapp
Himpunan Mahasiswa Sapeken Saat Berdiskusi di Kantor Disdukcapil Sumenep.

SUMENEP, portalpublik.id – Himpunan Mahasiswa Kepulaun Sapeken Sumenep (Himpass) datangi Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, Jumat (28/6/2019).

Kedatangan mahasiswa tersebut tak lain untuk menyampaikan keluhan masyarakat yang ada di kepulaun Sapeken mengenai pembuatan identitas kependudukan yang dipersulit.

Read More

“Mengigat beberapa kepentinggan masyarakat kepulauan Sapeken yang sering bepergian baik dalam rangka mencari pekerjaan, menjadi TKI dan lain-lain itu sangat membutuhkan identitas kependudukan, kenapa justru dipersulit,” kata Rifandi Koordinator Himpass

Rifandi juga menambahkan selain pembuatan identitas itu dipersulit juga melihat masyarakat kepulauan Sapeken yang terdiri dari beberapa pulau ketika melakukan perekaman ke Sapeken itu sangat membutuhkan biaya yang sangat banyak.

“Sedangkan ketika sudah ada di Sapeken mereka tidak bisa melakukan perekaman dengan berbagai alasan dari pihak kecamatan, ini sangat merugikan bagi masyarakat,” imbuhnya.

Bahkan menurutnya, masyarakat itu sanggup membayar berapapun asalkan identitas kependudukanya seperti KK, KTP, Akta dan lain-lain itu cepat terurus dan terselesaikan.

Maka dari itu HIMPASS menyampaikan beberapa tuntutan kepada Disdukcapil Sumenep untuk:

1. Memperioritaskan pembuatan identitas kependudukan masyarakat kepulaun Sapeken.

2. Mengoptimalisasi pelayanan koordinator Disdukcapil dikecamatan Sapeken (alat rekam) yang ada di kantor kecamatan Sapeken serta harus melayani masyarakat yang sedang melakukan perekaman dengan baik.

3. Sesuai dengan janji Bupati Sumenep dalam Safari kepulauan, dalam pidatonya menyampaikan pengurusan indentitas kependudukan masyarakat kepulauan Sapeken akan di selesaikan langsung di kecamatan Sapeken.

“Maka dari itu kami meminta kepada Disdukcapil kabupaten Sumenep untuk menyampaikan kepada Bupati Sumenep mengenai janji Bupati itu sendiri,” pungkasnya.

Sementara PLT Kadisdukcapil Yayak Nurwahyudi mengaku bahwa memang ada problem pelayanan di kepulauan Sapeken yaitu karena kerusakan alat.

“Jadi Fingerprint itu rusak sekarang, kita akan perbaiki bulan Juli ini, insya Allah akhir Juli sudah bisa dilakukan lagi pelayanannya di Sapeken itu,” ringkas Yayak Wahyudi yang juga menjabat sebagai Kepala Bappeda Sumenep.

Namun menurutnya di pelayanan e-KTP sudah hampir di angka 90, yaitu 78% dari seluruh penduduk Sapeken yang wajib ber-KTP. (Md)