Mulyadi, Koruptor Pembangunan Jetty Bayar Rp. 50 Juta Tebus Kurungan

  • Whatsapp
Kasi Pidsus Riki Guswandri SH saat menyerahkan uang Rp. 50 juta kepada Bendahara Kajari PNBP Abdul Yatim.

Abdya, portalpublik.id – Mantan Kepala Bidang Pengairan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) Mulyadi, menyerahkan uang tunai sebesar Rp. 50 juta kepada Kajari Abdya, Kamis (18/6/2020).

Uang tersebut untuk subsider 2 bulan masa kurungannya setelah 21 Februari 2020 lalu Mulyadi divonis 1 tahun 4 bulan tahun penjara, atas keterlibatannya dalam kasus korupsi proyek pembangunan Jetty (pengaman mulut muara) Desa Rubek Meupayong, Kecamatan Susoh, Kabupaten Abdya.

Bacaan Lainnya

Kajari Abdya Nilawati SH MH, melalui Kasi Pidsus Riki Guswandri SH mengatakan, Kejari telah menerima uang dari keluarga Mulyadi Rp. 50 juta untuk subsider/pengganti 2 bulan masa kurungan.

” Uang subsider itu kini telah kita setor ke Kas Negara melalui Bank oleh pihak bendahara Kajari Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) ” kata Riki.

Untuk diketahui, Mulyadi bukan satu-satunya pejabat yang terlibat korupsi di proyek Jetty, Sosok lain adalah kontraktor proyek berinisial MN (48 tahun), yang terlebih dahulu divonis 4 tahun penjara oleh PN Tipikor Banda Aceh.

Proyek Jetty, dikerjakan oleh CV. Aceh Putra Mandiri, menggunakan dana Otsus APBK tahun 2016. Kasus ini terungkap dari hasil audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Aceh dengan temuan adanya kerugian Negara sebesar Rp 468 juta, (Robi/Hem/Fa).