Musim Kemarau, BPBD Sumenep Usulkan Droping Air Bersih Gunakan BTT

  • Whatsapp
Abd. Rahman Riadi, Kepala BPBD Sumenep

Sumenep, portalpublik.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur mengusulkan penggunaan anggaran Belanja Tidak Terduga Pemerintah Daerah kepada Bupati Sumenep, untuk dimanfaatkan biaya droping air bersih.

“Ada tujuh desa sudah kita rekap dan kita sampaikan ke bapak Bupati. Tinggal nunggu proses pencairan. Tujuh desa itu masih sementara ya,” kata Kepala BPBD Kabupaten Sumenep, Abd. Rahman Riadi, Sabtu (26/9/2020).

Bacaan Lainnya

Ia mengatakan, tujuh Desa yang diajukan untuk dilakukan penyaluran air bersih menggunakan anggaran dimaksud yang tersebar di tujuh kecamatan, yaitu Pasongsongan, Batuputih, Rubaru, Batang-Batang, Talango dan Saronggi.

“Kalau sudah selesai prosesnya kita langsung droping air bersih ke Desa-desa yang mengajukan. Kita prosesnya memang seperti itu,” jelasnya.

Rahman Ridai memaparkan, droping air bersih dengan menggunakan anggaran Belanja Tidak Terduga milik Pemerintah Daerah sudah dilakukan sesuai prosedur. Kondisi ini selalu dilakukan untuk penanggulangan bencana.

Menurut Rahman Riadi, dalam realisasi suplai air besih kepada daerah terdampak kekeringan akan dilakukan sesuai kebutuhan artinya tidak ada batasan.

“Sesuai kebutuhannya perkiraan saya yang kita ajukan cukup,” ungkapnya.

Rahman Riadi menyebutkan, musim kemarau tahun ini usulan droping air bersih dari setiap kecamatan lebih sedikit dari tahun lalu. Kondisi tersebut disebabkan sejumlah daerah yang sering mengalami kekeringan kerap turun hujan, (Yd/Hem/Fa).