Pandemi Covid-19, PP. Al-Karimiyyah Beraji Percepat Libur Santri

  • Whatsapp
Penyemprotan Disinfektan Santri PP. Alkarimiyah Beraji Sebelum Pulang.

Sumenep, portalpublik.id – Adanya perpanjangan masa darurat Covid-19, mulai tanggal 5 April 2020 Pondok Pesantren (PP) Al-Karimiyyah Beraji, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur meliburkan para santri.

Kebijakan yang dikeluarkan tersebut untuk keamanan para santri. Disamping upaya memutus mata rantai penyebaran dan penanggulangan Covid-19.

Read More

“ Walaupun pandemi Corona ini berlangsung, Semua kegiatan formal di Pondok Pesantren Al-Karimiyyah sejak awal maret hingga akhir maret ditiadakan hingga ada himbauan dari pemerintah pusat,” tutur Pengasuh PTAL Beraji dr. Ny. Hj. Virzannida Busyro, Senin (6/4/2020).

Meski demikian untuk kegiatan non formal yang telah menjadi aktivitas rutin PP Al-Karimiyyah Beraji seperti mengaji diniyah tetap dilakukan namun dengan menggunakan aturan saling jaga jarak.

” Seperti mengaji diniyah tetap dilakukan mengikuti pengajian yang di pimpin oleh pengasuh ” imbuhnya.

Ny. Hj. Virzannida Busyro mengatakan, selama para santri masih di Pesantren, kami melakukan penjagaan ketat di pintu masuk, termasuk untuk sementara tidak memperbolehkan wali santri melakukan kunjungan.

Dengan diterapkannya meliburkan santri lebih cepat, diharapkan mereka mengikuti setiap aturan dari Pemerintah berupa melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing.

” Para santri juga harus menjadi agen perubahan kesehatan untuk mengingatkan keluarganya tentang baiknya physical distancing selama di rumah ” harap Nyai Hj. Virzannida Busyro.

Dalam kebijakan meliburkan santri PP. Al-Karimiyyah Beraji memberikan fasilitas lebih terhadap santri asal kepulauan yang tidak bisa dijemput oleh walinya, yaitu diantar sampai pelabuhan.

” Para santri yang dari pulau tidak diizinkan untuk pulang ke sanak saudara, kos-kosan atau kontrakannya di daerah kota karna itu berbahaya bagi mereka. Kami juga tidak mengizinkan santri menggunakan transportasi umum, jadi orang tua atau wali yang menjemput diwajibkan memakai kendaraan pribadi,” pungkasnya, (Yd/Hem/Fa)