Pemkab Pamekasan Libatkan Banyak Pihak Sosialisasikan Larangan Rokok Ilegal

  • Whatsapp
Kantor Pemkab Pamekasan

Pamekasan, portalpublik.id – Pemerintah Kabupaten Pamekasan, Jawa timur terus memperkuat komitmen membantu Bea Cukai dalam upaya gempur rokok ilegal. Bahkan gerakan ini telah sinergi untuk memberantas peredaran barang kena cukai ilegal di Bumi Gerbang Salam.

Sebagai perwakilan Pemerintah Daerah Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Linmas Kabupaten Pamekasan memanfaatkan konsep sosialisasi dan komunikasi intensif dikuatkan dalam penanganan rokok ilegal. Tentunya dengan alokasi operasional dari anggaran Dana Bagi Hasil Cukai dan Hasil Tembakau (DBHCHT) tahun 2021.

Bacaan Lainnya

Salah satu alokasi anggaran DBHCHT selain untuk kesehatan dan kesejahteraan juga bisa digunakan untuk pola sosialisasi dan penegakan hukum. Tidak ayal jika Pemerintah Kabupaten Pamekasan juga mengalokasikan untuk berbagai program khusus cukai dan tembakau pada kegiatan di 9 organisasi perangkat daerah (OPD).

Khusus di Bakesbangpol Linmas setempat, mereka wujudkan dengan kegiatan sosialisasi Undang-undang (UU) Kepabeanan. Bahkan juga dengan intensif melibatkan Organisasi Masyarakat (Ormas), dan Organisasi Kemahasiswaan di Bumi Gerbang Salam.

Kepala Bakesbangpol Linmas Kabupaten Pamekasan, Imam Rifadi msaat dikonfirmasi menjelaskan, tujuan sosialisasi UU tersebut agar setiap elemen masyarakat khususnya ormas dan mahasiswa lebih paham dan bisa sambung informasi pada lainnya.

“Apalagi misalnya pimpinan Ormas itu seorang Kiai atau ulama tokoh agama maka dia akan memiliki banyak massa dan kesempatan bersosialisasi ketika bertemu massa dan berceramah,” ujar Imam Rifadi, Rabu (18/8/2021).

Dengan begitu, semua materi sosialisasi akan dengan mudah diketuktularkan dengan peran Toga kepada masyarakat. Khususnya agar semua warga bisa menghindari membuat dan menjual rokok illegal yang jelas sudah dilarang oleh negara.

“Ini bagaimana masyarakat lebih paham bahwa rokok ilegal itu dilarang. Jadi kita lakukan sosialisasi kepada masyarakat,” tegasnya.

Lanjut Imam Rifadi, paska forum sosialisasi itu kemudian para pengurus ormas dan mahasiswa bisa melakukan sosialisasi lanjutan kepada para kader dan masyarakat secara umum. Sehingga diharapkan bisa lebih efektif mengingat para tokoh ormas dan Toga, dipastikan memilik massa dan anggota yang loyal dan komunikatif. (Adv/Efita/Yd)