Penangguhan Aktivitas Pabrik Rokok di Sumenep Seharusnya Melalui Kajian Matang

  • Whatsapp
Perhatian Kepada Petugas, Tamu dan Pekerja.

Sumenep, portalpublik.id – Penutupan sementara aktivitas produksi PT Tanjung Odi karena terdapat sejumlah pegawai positif Covid-19 masih berlangsung.

Pemerhati masalah perburuhan Herman Wahyudi menilai, penghentian sementara aktivitas perusahaan yang bergerak dalam produksi hasil tembakau ini seharusnya melalui kajian secara matang.

Read More

“Pertimbangan lain hanya menyebut didasarkan pada argumentasi pencegahan laju penularan virus Corona,” kata Herman Wahyudi, Minggu (28/6/2020).

Lanjut Herman, kebijakan yang dikeluarkan pihak terkait berdampak terhadap para pekerja di PT Tanjung Odi. Sebab adanya pasien positif ini diketahui atas tindak lanjut rapid test yang dilakukan saat karyawan akan kembali masuk pasca libur lebaran bukan waktu berjalannya aktivitas produksi.

“Persoalan yang perlu dijelaskan adalah kenapa keputusan penutupan sementara itu tidak melibatkan perusahaan dan serikat pekerja,” ujarnya.

Meski demikian, ia tidak memungkiri, tujuan penutupan sementara PT Tanjung Odi dapat dipahami. Yakni, melindungi keselamatan pekerja dari bahaya virus Corona. Namum pada sisi lain ada kebijakan itu tetap harus melalui kajian dan itu untuk kebaikan bersama.

Sebelumnya, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sumenep penutupan sementara PT Tanjung Odi selama 14 hari mulai tanggal 23 Juni 2020.

“Perusahaan Tanjung Odi ini sementara kita tutup.” tegas Bupati Kabupaten Sumenep Busyro Karim saat mengunjungi lokasi perusahaan dan pergudangan PT. Tanjung Odi 23 Juni 2020.

Menurut Busyro Karim, penutupan itu dimaksudkan agar dilakukan sterilisasi. Sehingga lokasi kerja untuk Karyawan bersih dari COVID-19 dan tidak ada penyebaran virus Corona.

“Sehingga nanti ketika sudah kembali karyawan benar benar bersih dalam arti sehat.” tutur Bupati Kabupaten Sumenep, (Yd/Hem/Fa).