Pencairan Dana Desa Berubah, Begini Mekanismenya

  • Whatsapp
Moh. Ramli, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Kabupaten Sumenep

Sumenep, portalpublik.id – Sesuai arahan Pemerintah Pusat sistem pencairan anggaran Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur mengalami perubahan.

Hal tersebut di sampaikan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Sumenep Moh. Ramli, bahwa saat ini pencairan Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) bisa di cairkan meski tanpa pengajuan oleh Kepala Desa,

Read More

“ Sesuai anjuran dari pusat, Bupati bisa merekomendasikan pencairan, artinya diminta atau tidak meminta oleh Desa, DD-ADD tetap disalurkan,” ungkapnya, Senin(8/6/2020)

Ramli menambahkan perubahan mekanisme pencairan itu tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan 205/PMK.07/ 2019 tentang Pengelolaan Dana Desa. Permenkeu itu sudah diterbitkan dan diteken pada 31 Desember 2019 lalu.

” Saat ini Bupati mempunyai kewenangan untuk merekomendasikan pencairan DD ADD,” Tambahnya.

Perubahan pola pencairan tersebut adalah, jika sebelumnya, Pemerintah Desa bisa mengajukan pencairan tahap jika sudah menyetor laporan realisasi atau SPJ, tapi untuk saat ini, tidak perlu menunggu SPJ selesai.

” SPJ tetap harus dikerjakan, aturannya sekarang memang begitu. Jadi pola pencairan dibagi menjadi tiga termin, termin pertama dan kedua sebesar 40 persen dari total anggaran setiap desa dan 20 persen akan dicairkan pada tahap ketiga,”

Hingga saat ini kata Ramli, sebanyak 31 dari 330 desa yang telah ditransfer kepada kas Desa. Sisanya akan diproses hari ini.

“Jadi, 299 Desa lain akan diproses mulai hari ini. Kami menginginkan cepat selesai, sehingga pemanfaatannya dirasakan oleh masyarakat,” pungkasnya, (Wd/Hem/Fa).