Penyaluran Program Sembako Tidak Sesuai Pedum, Diduga Agen Kongkalikong Dengan Aparat Desa

  • Whatsapp
Mantan Supplier Penyalur BPNT, H. Izzat

Sumenep (26/2/2020) Portalpublik.id – Penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) atau program sembako di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, hampir tidak pernah lepas dari masalah.

Seperti halnya yang dialami mantan Supplier, H. Izzat. Menurutnya makanisme penyaluran BPMT atau program sembako di Desa Ganding, Kecamatan Ganding, Kabupaten Sumenep diduga tidak melakukan arahan sesuai dengan Pedoman Umum (Pedum) yang berlaku.

Read More

” Harga beras yang disediakan agen tidak sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET). Beras medium dijual dengan harga Rp 115.000 hingga 117.000, sedangkan Kepres tentang HET menyebutkan, harga tertinggi Rp 94.500. Itupun untuk jenis beras premium bukan medium,” ungkapnya.

Lebih Lanjut Izzat menuding agen dan Aparat Desa yang saat ini menjadi supplier, bermain mata atau kongkalikong.

” Warga semuanya mengeluh, nanti kita cek keabsahan DBM satu dan DBM duanya seperti apa terkait hal itu ” Lanjutnya.

” Kalau tetap tidak ada tindakan dari Kecamatan dan TKSK. Maka, akan tetap kita kawal sampai tuntas, kasihan masyarakat karena dirugikan dengan harga tinggi tapi tidak sesuai kualitas ” tegasnya.

Terpisah, pihak Agen di Desa Ganding, Kecamatan Ganding, Rizal justru membahtah atas tudingan tersebut. Menurutnya, ia telah menjual beras program sembako sesuai eceran tertinggi, dan melakukan transaksi sesuai aturan.

” Saya sudah menawarkan pada KPM bahwa harganya 115 per 10 kilogram, dan KPM menerimanya, bahkan tidak mempermasalahkan karena kualitas beras juga bagus ” ungkap Agen Rizal.

” Saya kurang tau juga kalau jenis berasnya apa, entah itu premium apa medium. Namun yang jelas, kami (agen) meminta beras premium dari supplier ” Pungkas, (Wd/Rahem/Ofa).