Peringatan Hari Jadi Pamekasan Usung Kearifan Lokal

  • Whatsapp
Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam saat menggelar Upacara Hari Jadi ke-490 Kabupaten Pamekasan.

Pamekasan, portalpublik.id – Upacara Hari Jadi ke-490 Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur digelar oleh Pemerintah Daerah dengan mengusung konsep kearifan lokal.

Upacara yang dilaksanakan di halaman kantor Pemkab setempat Jl. Kabupaten Pamekasan, seluruh prosesi menggunakan Bahasa Madura termasuk pakaian adat yang dikenakan oleh peserta.

Bacaan Lainnya

Bupati Kabupaten Pamekasan, Badrut Tamam mengatakan, Hari Jadi Pamekasan pada tanggal 3 November bertepatan dengan pengukuhan Ronggosukowati sebagai raja Pamelingan (sekarang Pamekasan) di tahun 1530.

“Dek sadhejeh magesareh Mekkasen ka angguy lebbi percaya diri dek abe’en dhibi’ tor ngonggu agi edelem matombu tor majurbuh pembangunan e Mekkasen se bisa madeddhih kajembernah masyarakat Mekkasen. (Kepada semua pihak ayo kita harus percaya diri untuk memajukan Pamekasan untuk kesejahteraan masyarakat Pamekasan),” kata Badrut Tamam saat sambutan, Selasa (3/11/2020).

Dirinya berharap, perjuangan Raja Ronggosukowati dalam membangun Kabupaten Pamekasan dapat dilanjutkan oleh semua pejabat pemerintah untuk menjadikan Pamekasan rajjeh, bejjreh tor parjugheh.

“Mator sakalangkong dek sadejeh para alim ulama, para taretan, para anom, alek, para seppo tor dek taretan dhibi’ bekkel bupati se ampon areng sareng berkomitmen ka angguy majurbuh program-program Mekkasen sebekal deteng kantos bisah te’kaajet awujud agi Mekkasen hebat, Mekkasen se rajjeh, Mekkasen se bejjreh tor Mekkasen se parjugheh. (Terimakasih kepada semua pihak termasuk Wakil Bupati yang selalu bersama-sama untuk membangun Pamekasan lebih baik),” imbuhnya.

“Semoga Allah memberikan kita semua kekuatan sehingga bisa mewujudkan keinginan pendiri Kabupaten Pamekasan, yaitu Mekkas Jatna Paksa Jenneng Dibi,” pungkasnya.

Pada upacara Hari Jadi ke-490 Kabupaten Pamekasan, dihadiri jajaran pejabat Pemerintah Daerah dan Forkopimda. Upacara kali ini dilakukan secara terbatas karena pandemi Covid-19. Seluruh peserta upacara wajib menerapkan protokol kesehatan ketat, (Adv/Ita/Hem/Fa).