Peserta Pelatihan Linting Rokok, Pemkab Pamekasan Sasar 5 Kecamatan

  • Whatsapp
Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam saat menunjukkan tembakau lokal

Pamekasan, portalpublik.id – Pemerintah Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur dipastikan membuka pelatihan bagi buruh tani dan buruh pabrik rokok melalui alokasi anggaran dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) 2021.

Plt Kepala DPMPTSP dan Naker Kabupaten Pamekasan, Supriyanto menjelaskan, pihaknya mendapat pemanfaatan alokasi DBHCHT kurang lebih Rp 800 juta. Dari anggaran tersebut kemudian diinisiasi untuk program pelatihan bagi buruh pabrik rokok dan buruh tani.

Bacaan Lainnya

“Insya-llah bulan September, sedianya pelatihan WUB yang bersumber dari DAU dan DBHCHT akan dimulai bulan Juni 2021. Namun karena masih penyelesaian proses penganggaran dan juga adanya PPKM kegiatan pelatihan 2021 sedikit tertunda,” kata Supriyanto, Sabtu (31/7/2021).

Lanjut Supriyanto, peserta yang ikut dalam pelatihan itu diperkirakan mencapai 220 orang dengan pembagian dalam 11 paket. Setiap paket nantinya mencakup 20 peserta pelatihan, yang akan digelar pada bulan September 2021 mendatang.

Pihaknya memaparkan, data untuk kebutuhan dari pabrik rokok ada sekitar 250 orang buruh. Sementara untuk kuota peserta pelatihan nanti hanya untuk 220 orang karena terkenadala anggaran pelatihan linting rokok.

“Memang bisa jadi pabrik lain masih membutuhkan karyawan, tapi kita ada keterbatasan anggaran, jadi kami hanya mengadakan pelatihan untuk 220 orang,” ungkap Supriyanto.

Berdasarkan pertimbangan, pihaknya memprioritaskan peserta pelatihan hanya dari 5 Kecamatan. Semuanya berupakan kecamatan terdekat dengan lokasi pabrikan rokok yang menjadi mitra.

“Wilayah para peserta yang ikut pelatihan rokok diantaranya, Kecamatan Kadur, Kecamatan Larangan, Kecamatan Galis, Kecamatan Pademawu, Kecamatan Pakong dan Kecamatan Kota,” ujarnya.

Menurut Supriyanto, kegiatan pelatihan rokok tersebut merupakan bagian dari program WUB yang menjadi preoritas Bupati Kabupaten Badrut Tamam. sehingga fasilitator saat ini sudah mulai turun ke desa untuk mencari calon peserta pelatihan linting rokok. (Adv/Efita/Yd)