Petambak Keluhkan Lesunya Niaga Garam

  • Whatsapp
Petambak Garam di Kabupaten Sumenep.

Sumenep, portalpublik.id – Kondisi tidak menentu terus dialami para petambak garam di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. Sebab sejak dua tahun terakhir hasil produksi mereka tidak terserap. Bahkan dibiarkan menumpuk.

Ketua Asosiasi Petambak Garam (APG) Abdul Hayat mengaku, selain rendahnya serapan dari perusahaan, harga garam rakyat juga anjlok. Sekarang harga garam KW1 hanya Rp 300 ribu per ton sedangkan KW2 Rp 200 ribu.

Read More

“Penyerapan garam tidak maksimal oleh perusahaan. Banyak garam yang tidak terserap, sehingga hanya dibiarkan begitu saja oleh petambak,” kata Abdul Hayat, Senin (32/8/2020).

Abdul Hayat menyebutkan, garam petambak yang belum terserap hasil produksi tahun 2018 dan 2019 sekitar 100 ribu ton, sementara di 2020 ini diperkirakan mencapai 1.000 ton.

Pihaknya menyayangkan perusahaan besar yang semestinya memiliki kewajiban untuk menyerap garam namun tidak melakukan realisasi.

“Kalau harga jelas murah dibawah standar. Harga itu belum dipotong biaya angkuta. Kalau yang PT Garam kan ada biaya untuk penyerapan sampai sekarang juga belum ada kabar,” jelasnya.

Dengan kondisi garam yang tidak kunjung berpihak kepada petambak, Abdul Hayat berharap Pemerintah segera mencari solusi. Ketegasan Pemerintah sangat penting karena garam lokal menjadi harapan hidup orang banyak khususnya di wilayah Madura. (Yd/Hem/Fa)