PN Sumenep Tolak Praperadilan Tersangka Beras Oplosan

  • Whatsapp
Situasi saat pelaksanan Praperadilan di Pengadilan Negeri (PN) Kabupaten Sumenep.

Sumenep, portalpublik – Pengadilan Negeri (PN) Kabupaten Sumenep menggugurkan gugatan praperadilan atas pemohon berinisial L sebagai tersangka dalam kasus dugaan beras oplosan.

Hubungan Masyarakat (Humas) PN Semenep Firdaus mengatakan, hamim menolak gugatan praperadilan tersebut karena status tersangka dan penangkapan itu sudah memenuhi makanisme dan prosedur.

Read More

“Semua sudah memenuhi prosedur. Yaitu meminta dari keterangan saksi saksi dan dari ahli sebelum di tetapkan sebagai tersangka,” kata Firdaus, Senin (20/4/2020).

Lanjut Firdaus, dalam putusannya hakim menyebut Polri sebagai termohon adalah institusi yang diatur menurut undang-undang dalam melakukan tindakan penyelidikan dengan mengumpulkan alat bukti guna membuat terang suatu perkara.

Sementata, Kasat Reskrim Polres Sumenep AKP Oscar Stefanus Setjo menyatakan, pemanganan kasus dugaan beras oplosan melalui makanisme hukum yang berlaku.

Dalam prosesnya yaitu dimulai dari penggeledahan, penyitaan, penetapan dan penahanan tersangka.

“Sidang Praperadilan terhadap kasus beras sudah selesai dan dari putusan hakim yaitu ditolak. Semuanya sudah sah menurut Pengadilan Negeri Sumenep.” ucap Oscar.

Dengan putusan PN Sumenep pihaknya berjanji akan terus menindak lanjuti perkara tersebut sampai tuntas. “Tetapi dalam kasus ini kami tegaskan tidak ada tersangka lain,” tandasnya.

Untuk diketahui, kasus dugaan beras oplosan diungkap kepolisian di awal Maret 2020 pada salah satu gudang di Desa Pamolokan, Kecamatan Kota, Kabupaten Sumenep.

Saat itu Polisi mendapati adanya aktivitas pencampuran beras termasuk ditemukannya karung dengan merk ternama untuk membungkus beras hasil oplosan, (Wd/Hem/Fa).