Ratusan Calon Jamaah Haji Asal Sumenep Batal Berhaji Tahun Ini

  • Whatsapp
Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Sumenep, Rifai Hasyim.

Sumenep, portalpublik.id – Ratusan calon jamaah haji asal Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, dipastikan batal berangkat menunaikan ibadah haji tahun ini.

Batalnya calon jamaah haji tersebut setelah Kementerian Agama RI memutuskan untuk meniadakan penyelenggaraan ibadah haji 1441 Hijriah/2020 Masehi.

Read More

Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Kabupaten Sumenep Rifai Hasyim menyatakan, jumlah calon jamaah haji di daerahnya yang batal berangkat sekarang atau ditangguhkan ke tahun 2021 sekitar 629 orang.

“Karena berbagai pertimbangan salah satunya karena adanya pandemi virus Corona maka diputuskan oleh Kementerian Agama bahwa haji tahun ini ditunda pelaksanaannya,” kata Rifai Hasyim, Selasa (2/6/2020).

Dijelaskan, 629 calon jamaah haji itu merupakan yang sudah melunasi Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH) dengan terbagi pada dua tahap.

“Jadi calon jemaah asal Sumenep yang harusnya berangkat tahun ini berjumlah 629 orang. Itu terdiri dari dua jadwal yang sudah melunasi BPIH. Tahap pertama sebanyak 590 orang kemudian di tahap kedua 39 orang,” jelasnya.

Ia menjelaskan, keputusan Kementerian Agama RI itu bersifat penundaan dan dijadwalkan calon jamaah haji dimaksud dapat diberangkatkan di tahun 2021.

Lanjut Rifai Hasyim, Kementerian Agama memberikan opsi kepada calon jamaah haji yang batal berangkat. Pertama kalau BPIH tidak diambil oleh yang bersangkutan maka akan disimpan oleh Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH). Kedua, jika uang pelunasan itu sangat dibutuhkan oleh jamaah maka diberikan kesempatan dilakukan penarikan.

“Lalu bagaimana kalau sudah ditarik untuk tahun depan. ? Ya tahun depan akan diberikan kesempatan melakukan pelunasan kembali, tanpa membatalkan tanpa haknya ditahun depan itu hilang,” pungkas Rifai Hasyim.

Kementerian Agama RI memutuskan tidak akan memberangkatkan calon jamaah haji untuk tahun 2020 dengan alasan otoritas Arab Saudi hingga saat ini tidak kunjung membuka ibadah haji dari negara manapun akibat pandemi Covid-19.

Keputusan itu berlaku untuk seluruh Warga Negera Indonesia (WNI) yang hendak berhaji termasuk dengan undangan atau visa khusus dari Kerajaan Arab Saudi. (Yd/Hem/Fa).