RSUD Sumenep Sediakan Layanan Rehabilitasi Medik

  • Whatsapp
RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep

Sumenep, portalpublik.id – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. H. Moh. Anwar Kabupaten Sumenep, Jawa Timur menyediakan layanan kesehatan berupa rehabilitasi medik tanpa mengandalkan obat.

Dokter penanggung jawab pelayanan rehabilitasi medik RSUD dr. H. Moh. Anwar, dr. Didik Permadi mengatakan, penyakit yang dapat ditangani oleh tim rehabilitasi di poli terpadu rumah sakit diantaranya stroke, gangguan saraf, kelainan pada bayi, kesemutan hingga penanganan pasien pasca patah tulang.

Bacaan Lainnya

“Itu dapat mencakup semua umur baik laki-laki maupun perempuan, dengan jenis dan tingkat rehabilitasi yang berbeda-beda. Tindakan rehabilitasi medik yang dilakukan akan disesuaikan dengan kondisi dan keterbatasan fisik yang dialami setiap pasien,” kata dr. Didik Permadi, Kamis (26/8/2021).

Dijelaskan, rehabilitasi tersebut cukup dengan terapi fisik didukung dengan peralatan lengkap dengan tim medis yang profesional. Pelayanan rehabilitasi medik dengan terapi fisik ini, bertujuan menangani pasien yang pernah bermasalah pada kesehatan seperti fungsi tubuh dengan tanpa ketergantungan kepada obat-obatan. Terapi ini dinilai cukup efektif untuk memulihkan kesehatan para pasien.

“Rehabilitasi medik adalah sebuah tim yang terdiri dari multi disiplin profesi yang didalamnya terdiri dari spesialis kedokteran fisik dan rehabilitasi, lalu fisioterapis, oktal serena terapis, terapi bicara, ortotik prostetik, ada perawat, ada phsikolog dan ada social worker, itu tim rehabilitasi kita,” paparnya.

Lebih lanjut dr. Didik Permadi memaparkan, jika dibandingkan dengan dokter spesialis yang lebih condong penyembuhan pasien dari penyakit, maka rehabilitasi medik lebih pada pasca penyembuhan dengan mengandalkan teknik terapi, yang bertujuan agar pasien bisa kembali beraktivitas normal atau sembuh total.

“Dalam Program kesehatan itu ada istilah promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif, dokter spesialis lain itu biasanya ke kuratifnya, bagaimana menyembuhkan seorang pasien dari penyakitnya. Sedangkan kita setelahnya, setelah penyakit itu disembuhkan,” ujarnya.

“Contoh kasus pada pasien stroke, setelah disembuhkan biasanya mengalami susah berjalan lagi, tidak bisa bicara normal, tugas kita bagaimana caranya dapat mengembalikan kondisi pasien seperti sedia kala,” lanjut dr. Didik Permadi.

Fisioterapi atau terapi fisik merupakan prosedur untuk memeriksa, menangani dan mengevaluasi pasien yang mengalami keterbatasan pada gerak dan fungsi tubuh. Fisioterapi juga dapat dilakukan untuk mencegah cacat fisik dan mengurangi risiko terjadinya cedera atau gangguan gerakan. (Adv/Yd/Hem)