Said Abdullah Dorong Madura Jadi Kawasan Ekonomi Khusus

  • Whatsapp
Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Said Abdullah.

Sumenep, portalpublik.id – Keputusan Presiden RI Joko Widodo membubarkan Badan Pengembangan Wilayah Suramadu (BPWS) mendapatkan respon positif Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Said Abdullah.

Ia menilai, keputusan pemerintah membubarkan BPWS sudah tepat sebab selama belasan tahun lembaga non struktural pemerintah itu belum dapat dirasakan manfaatnya bagi ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Madura.

Read More

“Saya merasa surprise dengan dibubarkannya BPWS. Selama beberapa tahun saya berjuang supaya lembaga ini dibubarkan, akhirnya diakomudir,” kata Said Abdullah, Selasa (1/12/2020).

“Saya ingat betul ketika September lalu rapat dengan para Menko ada pak Mahfud (Menkopolhukam), Menko Perekonomian Air Langga Hartarto, dan pal Luhut (Menko Kemaritiman dan Ivestasi Luhut Binsar Pandjaitan, red) secara tegas saat itu saya katakan bubakan BPWS,” imbuhnya.

Lanjut Said, selama bertahun-tahun pendekatan pembangunan yang dilakukan BPWS terkonsentrasi pada infrastruktur. Padahal yang dibutuhkan masyarakat Madura bukan hanya infrastruktur.

“Akhirnya, dampaknya terhadap kesejahteraan masyarakat Madura tidak dapat dirasakan, bahkan selama beberapa tahun empat kabupaten di Madura menjadi kawasan dengan tingkat kemiskinan tertinggi di Jawa Timur,” tegas Said.

Pola pembangunan Madura, menurut Said harus menggunakan pendekatan terintegrasi baik infrastruktur, sumber daya manusia, sumber daya alam, budaya, agama, lingkungan, dan maritim.

Politisi asal Kabupaten Sumenep ini mendorong pemerintah menjadikan Madura sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Penetapan KEK Madura dapat bertumpu pada potensi yang dimiliki bagian penopang komoditas strategis nasional seperti garam, tembakau, ternak sapi dan jagung.

“Pembentukan KEK Madura juga harus bertumpu pada kekuatan ekonomi rakyat Madura, dimana skala usaha UMKM menjadi tulang punggungnya. Langkah ini sejalan dengan agenda pemerintah untuk memperkuat ekonomi daerah sebagai penopang ekspor nasional,” tandasnya, (Yd/Hem/Fa).