Satgas BKC Pamekasan Amankan Belasan Dus Rokok Ilegal

  • Whatsapp
Tim Satgas BKC Pamekasan ketika lakukan razia rokok ilegal

Pamekasan, portalpublik.id – Tim Satgas Barang Kena Cukai (BKC) yang terdiri dari Polres Pamekasan, Sub Denpom V/4-3,  Satpol PP, Bea Cukai Madura dan Pemerintah Daerah mulai menyasar sejumlah lokasi peredaran rokok bodong di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, Rabu (1/9/2021).

Kepala Seksi Penindakan dan Penyidikan Bea Cukai Madura, Trisilo Asih Setyawan menyampaikan, sasaran razia yang dilakukan pada sejumlah lokasi salah satunya Pasar Blumbungan dan Pasar Pagendingan.

Bacaan Lainnya

“Operasi bersama dengan beberapa tim khusus lapangan ini merupakan kegiatan pemberantasan BKC (Barang Kena Cukai) ilegal, khususnya untuk menindak rokok bodong,” kata Trisilo Asih Setyawan.

Dalam razia yang dilakukan Tim Satgas BKC berhasil mengamankan sedikitnya 12 dus rokol ilegal dari berbagai jenis. Barang bukti yang disita langsung dibawa oleh petugas.

Pihaknya menyatakan, sebelumnya Tim Satgas BKC telah diberikan pengarahan terkait teknis operasi pasar. Ini dilakukan agar ada koordinasi yang baik serta dapat mengetahui secara jelas sasaran operasi.

“Tim Satgas BKC itu telah dibekali dengan bimbingan teknis dan ciri-ciri rokok ilegal guna memberikan pengetahuan lebih bagi petugas pada 24 Agustus 2021 yang bertempat di Hotel Cahaya Berlian Pamekasan,” jelasnya.

Menurut Trisilo Asih Setyawan, dalam kehiatan razia yang dilakukan kalinini, tim dibagi menjadi enam kelompok untuk mempermudah penyebaran titik lokasi yang dituju.

“Tim Satgas tersebut sudah dibagi ke beberapa titik di wilayah Pamekasan. Jadi pergerakan kita langsung serentak,” ujar Trisilo Asih Setyawan.

Sementara Sekretaris Daerah Kabupaten Pamekasan, Totok Hartonomengapresiasi Tim Satgas BKC yang sudah mulai bekerja. Pihaknya juga mengajak agar Bea Cukai selaku bersinergi dengan Pemerintah Daerah untuk sama-sama menekan peredaran rokok ilegal.

“Oleh karena itu mari kita bersinergi, bekerja sama dan bergotong royong dalam memberantas peredaran rokok ilegal di wilayah Pamekasan,” ujar Totok Hartono.

Pemerintah Kabupaten Pamekasan mengalokasikan 25 Persen Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCT) tahun 2021 untuk penegakan pemberantasan barang kena cukai ilegal. Kegiatan ini akan dikoordinir oleh Bagian Perekonomian Sekdakab Pamekasan.(Adv/Efita/Yd)