Selama Pandemi Covid-19, Janda Baru di Sumenep Capai 576 Orang

  • Whatsapp
Calon janda saat menunggu antrian sidang di Pengadilan Agama Negeri Sumenep

Sumenep, portalpublik.id – Selama Pandemi Covid-19 angka perceraian di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur meningkat. Salah satu faktor utamanya didasari perselisihan secara terus menerus.

“Kalau istri yang menggugat cerai suami itu sebenarnya berjumlah 612 orang. Cuma yang sudah selesai diputus perkaranya jumlahnya 576,” kata Panitera muda Pengadilan Agama Negeri Sumenep, MH Arifin, Rabu (2/9/2020).

Bacaan Lainnya

Disebutkan, terjadinya perselisihan didalam keluarga hingga berujung gugat cerai dilandasi beberapa faktor. Seperti perselingkuhan, poligami, ditinggalkan sepihak, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan faktor ekonomi.

“Selain itu faktor eksternal juga menjadi alasan. Sebab, ruang gerak selama pandemi menyebabkan kejenuhan tersendiri, selain itu alasan kuat dari meningkatnya perceraian di akibatkan banyaknya karyawan yang kehilangan pekerjaannya akibat Covid-19,” jelasnya.

Lebih lanjut Arifin merincikan, terhitung sejak bulan Januari hingga Juli 2020. Angka tertinggi di bulan Januari dengan jumlah 131 pemohon, Februari 83, Maret 98, April 76, Mei 31, Juni 109, dan Juli sebanyak 84. Sedangkan sisanya yang belum diputus sebanyak 36 perkara.

“Jadi sisanya selama 7 bulan terakhir yang belum diputus itu adalah 36 perkara,” sebut Arifin, (Wd/Hem/Fa).