Soal Tambang Ilegal, Bupati Ajak Kader PMII se Indonesia Menjaga kondusifitas

  • Whatsapp
Bupati Kabupaten Pamekasan, Badrut Tamam saat melakukan konferensi pers bersama Kapolres Pamekasan

Pamekasan, portalpublik.id – Bupati Pamekasan Badrut Tamam mengajak seluruh kader PMII se Indonesia agar sama sama menjaga kondusifitas pasca insiden bentrok mahasiswa dengan kepolisian, pada Kamis, (25/06/10) kemarin.

Hal itu disampaikan Badrut Tamam saat melakukan konferensi pers bersama Kapolres Pamekasan, PKC PMII Jatim, PC PMII Pamekasan, usai melakukan rapat tertutup di Ruang Peringgitan Pendopo Agung Ronggosukowati, Sabtu, (27/06/2020).

Bacaan Lainnya

” Harapan kita agar tidak terjadi pemantik gerakan di Kabupaten lainnya, serta untuk menjaga rasa persaudaraan kita ” terang Badrut Tamam

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa itu juga memaparkan hasil dari hasil rapat tertutup yang telah dilakukan. Pertama, untuk melakukan komitmen menjaga kondusifitas serta menjaga keutuhan bangsa. Kedua, PKC PMII Jatim dan PC PMII Pamekasan meminta agar Bupati dan Kapolres Pamekasan memberikan jaminan kesehatan kepada sejumlah kader yang menjadi korban tindakan represif oknum polisi.

” Ketiga, PKC PMII Jatim dan PC PMII Pamekasan meminta agar Kapolres Pamekasan menindak tegas oknum polisi yang telah keluar dari Protap pengamanan aksi demonstrasi ” kata Badrut.

Terakhir, para Aktivis PMII meminta agar pemerintah dan aparat bertindak tegas menertibkan tambang ilegal yang menjamur di Pamekasan.

” Kita akan mulai dengan kajian, setelah itu nanti kita akan mulai melakukan penertiban ” tutup Badrut.

Sementara Kapolres Pamekasan, AKBP Djoko Lestari menegaskan, saat ini Propam Polda Jatim tengah memeriksa 3 oknum aparat kepolisian yang bertindak represif terhadap kader PMII dalam aksi penolakan tambang ilegal di Kabupaten Pamekasan. Ketiga oknum polisi berinisial A, B, dan S saat ini sudah diamankan oleh Polda Jatim.

“Sesuai permintaan para Aktivis PMII kami siap menindak tegas tindakan anggota yang keluar dari Protap pengamanan demo ” katanya

” Dan kami berharap, setelah pertemuan ini tidak ada pemantik gerakan atau gesekan di Kabupaten Pamekasan serta Kabupaten lainnya ” pungkas Kapolres Pamekasan, (Endang/Hem/Fa).