Sosialisasi Gempur Rokok Ilegal di Pamekasan Sasar Tingkat Desa

  • Whatsapp
Kepala Seksi Kepatuhan Internal dan Penyuluhan Bea Cukai Madura, Zainul Arifin

Pamekasan, portalpublik.id РDalam rangka mendukung optimalisasi pengelolaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT), Bea Cukai Madura bersama Pemerintah Kabupaten Pamekasan, Jawa timur, bersinergi untuk mengadakan sosialisasi mengenai barang kena cukai khusus rokok ilegal.

Upaya tersebut penting dilakukan sebagai bagian untuk menekan peredaran rokok ilegal di wilayah Kabupaten Pamekasan.

Bacaan Lainnya

Sosialisasi ketentuan di bidang cukai tersebut, Bea Cukai Madura akan bersinergi dengan Pemerintah Daerah khususnya bersama instansi terkait seperti TNI, Polri, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), Kabag Perekonomian dan lainnya.

Kepala Seksi Kepatuhan Internal dan Penyuluhan Bea Cukai Madura, Zainul Arifin menyampaikan, jika rencana pelaksanaan kegiatan sosialisasi akan dimulai pada bulan depan. Sehingga sosialisasi tersebut sebagai wujud memberikan edukasi dan pengetahuan tentang cukai kepada masyarakat di tingkat desa.

“Kami berharap rencana kegiatan sosialisasi dapat meningkatkan pemahaman dan kepedulian masyarakat atau pihak-pihak yang terkait dalam memerangi peredaran rokok ilegal. Selain itu juga diharapkan akan meningkatkan pengetahuan Pemerintah Daerah tentang penggunaan DBHCHT yang lebih efektif,” kata Zainul Arifin, Sabtu (3/7/2021).

Zainul Arifin memaparkan, rencana kegiatan sosialisasi dalam rangka memberikan edukasi dan pemahaman kepada masyarakat terkait ciri-ciri rokok ilegal dan yang legal. Dengan begitu pengawasan juga bisa dilakukan bersama-sama, tidak hanya dari pemerintah namun juga oleh seluruh lapisan masyarakat di Kabupaten Pamekasan.

“Adapun beberapa ciri-ciri rokok ilegal diantaranya, pertama kemasan rokok tidak dilekati pita cukai, kedua rokok dengan pita cukai palsu yang biasanya memiliki desain dan warna memudar dan terlihat seperti kertas print biasa,” jelasnya.

Lanjut Zainal Arifin, ciri-ciri lain rokok ilegal ialah dengan pita cukai bekas yang biasanya akan terlihat sobek dan tidak rapi. Selain itu rokok dengan pita cukai yang digunakan tidak sesuai dengan nama perusahaan, jumlah batangnya dan jenis produknya serta salah menempatkan sesuai dengan ketentuan.

“Kami berharap sosialisasi yang direncanakan dapat berjalan lancar dan efektif, sehingga tujuan sosialisasi untuk menekan angka rokok ilegal bisa tercapai. Sarana dan prasarananya pun harus sudah siap mendukung jalannya kegiatan,” harap Zainul Arifin. (Adv/Efita/Yd)