Sumenep Darurat Narkoba, Aktifis Minta Tumpas Narkoba Libatkan Masyarakat

  • Whatsapp
Ketua Harian P2NOT Sumenep, Zamrud Khan.

Sumenep, (08/02/2020) Portalpublik.id – Pesatnya peredaran Narkoba di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, terhadap maraknya peredaran Narkoba, cukup meresahkan. Apalagi beberapa bulan terakhir Petugas Satuan Reserse Narkoba (Satreskoba) Polres Sumenep, berhasil mengamankan komplotan pengedar Narkoba lintas Kabupaten di Madura.

Komplotan pengedar barang haram tersebut adalah MK (21), AL (35), dan RH (21) merupakan warga Desa Sotabar Pasean Kabupaten Pamekasan dan 1 orang lagi berasal dari Desa Tamberu Daya, Sokobana, Sampang, Madura, Jawa Timur. Keempatnya langsung ditetapkan tersangka.

Tidak berselang, tepatnya 03/02/2020 Kabupaten Sumenep lagi-lagi dihebohkan dengan ditangkapnya seorang warga asal Desa Matanair, Kecamatan Rubaru.

” Satreskoba Polres Sumenep kembali meringkus NF (28) yang kemudian diketahui merupakan warga Dusun Karongkong Desa Matanair Kecamatan Rubaru Kabupaten Sumenep namun lagi-lagi berkelahiran Pamekasan,” terang Kasubag Humas Polres Sumenep AKP Widiarti S.

Menanggapi maraknya peredaran Narkoba di Kabupaten Sumenep, Ketua Harian P2NOT Sumenep, Zamrud Khan mengatakan, Kabupaten Sumenep sudah masuk kategori zona tidak aman Narkoba.

” Secara geografis Sumenep adalah sasaran empuk peredaran Narkoba, dibandingkan 3 Kabupaten lain di Madura. Sumenep banyak diantaranya melalui jalur darat dan kedua jalur kepulauan ” Terang Zamrud Khan.

Menurut Zamrud, pola peredaran Narkoba bersifat dinamis dan tidak menutup kemungkinan bandar sabu-sabu tersebut berkeliaran dan terus beropersasi tidak jauh dari kabupaten Sumenep.

” Jadi, peredaran narkoba yang ada di Kabupaten Sumenep itu tidak menutup kemungkinan, barangnya berasal dari Daerah tetangga, ya. Seperti di Kabupaten Sampang ya, itu pengedar dan bandar narkoba ada di sekitar Madura ” imbuhnya.

Zamrud berharap semua pihak harus bertanggung jawab atas kejahatan ini. Masyarakat agar turut membantu mencegah peredaran Narkoba di kabupaten Sumenep.

” Masyarakat diberikan akses secara khusus, dan melindungi mereka warga negara yang memberika informasi tempat terjadinya transaksi, atau pemakai, atau peredaran narkoba itu sendiri. Karena semua hasil penangkapan besar itu berasal dari informasi masyarakat ” pungkasnya (Wd).