Tercatat Tahun 2019, 2.280 Janda Baru Di Pengadilan Agama Sumenep

  • Whatsapp
Kantor Pengadilan Agama Kebupaten Sumenep

Sumenep, Rabu 18/12/2019, Portalpublik.id – Di akhir tahun 2019, pengadilan Agama Sumenep mencatat sebanyak 2,280 angka perceraian per September. Meskipun tidak terlalu signifikan angka tersebut mengalami kenaikan di bandingkan dengan tahun 2018 yaitu 2.242 angka perceraian.

Tingginya angka perceraian di Kabupaten Sumenep berbanding dengan jumlah populasi janda baru, apabila di ambil rata-rata kurang lebih 207 janda perbulannya.

Bacaan Lainnya

” Kita belum tau yang Desember, terus perbandingan dari 2018 sampai September 2019 sekitar 300, tidak terlalu signifikan ” ungkap Rahayuningrum panetera muda Pengadilan Agama Sumenep kepada awak media ini.

Angka tersebut, menurutnya mengalami kenaikan di banding tahun sebelumnya yang mencapai 2.242 angka perceraian. Meskipun tidak begitu meningkat, dimana perceraian di dominasi oleh gugatan dari pihak Wanita sebanyak 936 angka dan gugatan dari pihak laki – laki sebanyak 591 angka.

” Naiknya tidak terlalu melonjak tajam,dari tahun sebelumnya ” tambahnya.

Adapun penyebab banyaknya kaum wanita melayangkan gugatan bervariasi, diantaranya faktor Ekonomi, faktor kekerasan dalam rumah tangga ( KDRT ). Tidak hanya itu faktor yang menyebabkan gugatan dari kaum wanita adanya pihak ketiga ( perselingkuhan ), faktor nikah siri tanpa sepengetahuan pasangan, Lalu poligami juga menjadi alasan retaknya rumah tangga.

Hal yang paling utama dalam retaknya hubungan pasangan Suami istri ( pasutri )il ialah tidak adanya komunikasi yang harmonis dalam pasangan, sehingga menyebabkan perilaku yang menyimpang seperti terjadinya perselingkuhan. Akibat semakin memperburuk keadaan yang akhirnya menyebabkan putusnya tali kasih dan berujung perceraian.

” Komunikasi kurang harmonis dan memutuskan melakukan gugat cerai ” pungkasnya. ( Wd/Jezz)