Tidak Bisa Mudik, Ratusan Warga Kepulauan Terancam Golput di Pilbup Sumenep

  • Whatsapp
Warga kepulauan yang tidak bisa mudik akibat cuaca buruk.

Sumenep, portalpublik.id – Penangguhan pelayaran akibat cuaca buruk membuat ratusan warga kepulauan Kabupaten Sumenep, Jawa Timur terancam tidak bisa menyalurkan hak suaranya pada Pilbup tahun 2020.

Seluruh aktivitas pelayaran antar pulau ditunda sejak 6 Desember 2020 lantaran gelombang tinggi.

Bacaan Lainnya

Salah seorang warga asal Pulau Sapeken, Ikbal Aliyanto mengaku, jika sampai tanggal 8 Desember 2020 tidak ada kapal berangkat, masyarakat yang ingin kembali ke kampung halamannya dipastikan golput.

“Kemarin sudah tidak ada kapal berangkat. Tidak tahu sampai kapan ini. Kalau masih cuaca seperti ini kita juga takut berangkat,” ucap Ikbal, Senin (7/12/2020).

Dengan kondisi alam yang seperti ini, ia dan warga lainnya memilih bertahan dan tidak berani berlayar meski dengan resiko tidak bisa mecoblos.

Ikbal dan calon penumpang lainnya berharap kondisi cuaca segera membaik agar pelayaran antar pulau kembali dibuka.

“Semoga segera membaik. Kalau tidak yang bagaimana lagi terpaksa golput. Apalagi perjalanan ke Sapeken 12 jam,” harapnya.

Sementara Petugas Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kalianget, Kabupaten Sumenep, Fathorrahman mengatakan, penangguhan dilakukan sejak 6 Desember 2020 karena cuaca ekstrim.

“Terjadi gelombang tinggi. Kita mengacu kepada update dari BMKG. Jadi untuk pelayaran ditangguhkan,” kata Fathorrahman.

Mengenai kondisi cuaca, pihaknya tidak bisa memprediksi kapan kembali normal. Yang jelas koordinasi dengan BMKG terus dilakukan. Pihaknya juga mengingatkan semua kapal untuk mematuhi ketentuan.

“Kalau update BMKG tanggal 9 Desember sudah agak resa. Tapi kita tidak fokus itu karena BMKG melakukan update setiap hari,” paparnya.

Untuk diketahui, Pilbup Kabupaten Sumenep akan dilaksanakan pada tanggal 9 Desember 2020 mendatang, (Yd/Hem/Fa).