Vaksinasi di Desa Ketawang Daleman Capai 520 Sasaran

  • Whatsapp
Vaksinasi massal di Desa Ketawang Daleman

Sumenep, portalpublik.id – Pemdes Ketawang Daleman, Kecamatan Ganding, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur bersama Kelompok Pemuda Peduli UMKM menggelar vaksinasi massal, Kamis (23/9/2021).

Sedikitnya 520 orang baik dari masyarakat, pelaku UMKM dan santri melakukan vaksinasi yang ditempatkan di Balai Desa Ketawang Daleman tersebut.

Bacaan Lainnya

Tingginya antusias masyarakat, pelaksanaan vaksiansi bahkan mendapatkan pengawasan langsung dari Kapolsek, Danramil dan Camat Ganding.

Kepala Desa Ketawang Daleman, Alwiyah mengatakan, jumlah masyarakat yang divaksin kali ini jauh melebih target. Sebab sebelumnya pihaknya menargetkan sekitar 300 sasaran.

“Antusias masyarakat sangat tinggi. Yang sudah divaksin mencapai 520 orang dari jumlah sasaran awal 300 orang,” kata Alwiyah, Kamis (23/9/2021).

Ia menambahkan, dalam realisasi vaksinasi massal pihaknya melibatkan banyak pihak. Karena dukungan dari berbagai unsur diperkukan untuk menyukseskan vaksinasi.

“Forkopimka juga kita libatkan jadi banyak pihak yang terlibat. Untuk lebih meyakinkan masyarakat bahwa vaksin ini benar-benar aman, perangkat Desa Ketawang Daleman juga ikut divaksin,” sebut Alwiyah.

Menurutnya, informasi hoaks tentang vaksin  memang memberikan dampak ditengah masyarakat. Namun sekarang hal itu sudah mulai pudar terbukti dengan tingginya anomo masyarakat untuk vaksin.

“Sekarang masyarakat mulai sadar bahwa vaksin ini aman. Tadi nakes harus menambah jumlah vaksin lagi karena kurang,” ujarnya.

Ditempat yang sama Koordinator Kelompok Pemuda Peduli UMKM, Halwan Yanto mengaku, dukungan terhadap program vaksinasi harus dilakukan semua pihak. Mengingat ini untuk kebaikan bersama.

“Kalau kita tentu mendukung dan kita juga melakukan sosialisasi mengajak masyarakat untuk tidak takut divaksin. Kelompok pemuda peduli UMKM juga vaksin,” ucap Halwan Yanto.

Halwan Yanto mengemukakan, pendekatan memang perlu dilakukan kepada masyarakat agar ikut andil dalam memutus mata rantai penyebaran virus corona. Upaya itu terbukti tidak sia-sia karena yang datang untuk vaksin sangat tinggi.

“Dari kita tadi mengirim sekitar 100 warga untuk vaksin. Memang sosialisasi dan pendekatan memang perlu. Yang datang bukan hanya dari warga desa setempat saja tapi ada dari desa lain,” tegasnya.

Diharapkan, masyarakat yang belum vaksin untuk segera melakukan vaksin sehingga terbentuknya kekebalam kelompok ditengah pandemi Covid-19 cepat tercapai. (Yd/Hem)