Kawan, Mari Sambut New Normal

  • Whatsapp
Nur Khalis, Kontributor KompasTV, Sumenep.

Saat Kabupaten Sumenep masih berstatus zona hijau, saya sering berselisih paham dengan beberapa kawan. Kala itu, saya tidak yakin Kabupaten paling timur pulau Madura ini masih dan sedang “baik-baik saja”.

Cara kami berselisih, kadang sudah tak sehat; saling menyalahkan, nada bicara kami meninggi dan kami, terutama saya kala itu, enggan menerima pendapat apapun. Bebal.

Kala berselisih, saya utarakan bahwa secara awam, langkah pencegahan untuk mempertahankan zona hijau, belum sepenuhnya baik. Hampir seluruh usaha, tampak sangat ceremonial; pembagian masker, penyekatan di perbatasan dan deklarasi desa “siap covid-19”.

Padahal bersamaan dengan itu, ribuan warga yang datang merantau, bisa hitungan ribu dalam satu minggu. Karena kurangnya informasi, saya merasa penanganan medis belum maksimal. Saat itu, pertanyaanya sederhana: apa benar, puluhan ribu perantau itu seluruhnya berstatus OTG? Tak ada satupun yang ODP atau PDP? Tapi sudah lah, itu dulu.

Hari ini, saya lega. Se merah apapun zonanya, semua sudah kembali landai-landai saja. Gaya hidup dan prilaku santuy tampak lebih mudah dari sebelumnya.

Hari ini, saya dan kawan yang sering berselisih sudah sering sepaham: biarlah Sumenep seperti yang sedang terjadi. Pandemi ini umpamakan saja seperti angin lalu dan sudah pergi.

Di Sumenep ada yang mati karena pandemi, di kota lain juga. Di Sumenep ada yang apatis pada pandemi ini, di kabupaten lain juga. Minimal kita sama. Tidak ketinggalan.

Mulai hari ini, biarkan pemerintah bekerja secara diam-diam. Kita cukup percaya saja. Biar tidak pusing dan gregetan. Biarkan pemerintah mengatur siasat, kita cukup diam agar tidak tersesat.

Cukup diingat saja, kita semua selalu punya peluang untuk disalahkan; bandel, ngeyel, tidak disiplin dan lainnya.

Jika disalahkan, jangan marah. Sebaliknya, kita semua musti berbesar hati. Karena tuduhan itu ada juga benarnya. Mungkin new normal ya begini.

Ada yang (mungkin) main anggaran, ada yang sudah pasrah. Ada yang sudah kencanduan lagi jalan-jalan, ada yang sangat gelisah.

Mari bersama-sama sambut new normal. Segeralah menyesuaikan diri. Lagi pula, dari dulu rahasia mati tetap di tangan Tuhan, kan?

Gapura, 22 Mei 2020

Penulis : 
Nur Khalis, Kontributor KompasTV, Sumenep.

Editor : Abd Rahem