Keluar Masuk Sumenep Wajib Tunjukkan Surat Rapid Test

  • Whatsapp
Sekretaris Daerah Kabupaten Sumenep, Edy Rasiyadi

Sumenep, portalpublik.id – Memaksimalkan pencegahan penyebaran virus Corona, Pemerintah Kabupaten Sumenep memperketat perlintasan orang untuk mencegah penyebaran virus Corona.

Sesuai Surat Edaran (SE) Bupati Kabupaten Sumenep, mulai tanggal 1 Juni 2020 warga yang ingin keluar atau masuk wilayah Kabupaten Sumenep, diwajibkan menunjukkan minimal Surat Keterangan terbaru hasil rapid test dengan hasil non reaktif.

Read More

Sekretaris Daerah Kabupaten Sumenep, Edy Rasiyadi mengatakan, SE Bupati itu sebagai tindak lanjut SE Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nomor 5 Tahun 2020, tanggal 25 Mei 2020 tentang perubahan atas SE Nomor 4 tentang kriteria pembatasan perjalanan orang dalam rangka percepatan penanganan Covid-19.

“SE yang dikeluarkan Bapak Bupati itu sebagai tindak lanjut SE yang dari pusat. Dimana masyarakat yang ingin keluar atau masuk harus ada surat rapid test atau PCR,” kata Edy Rasiyadi, Senin (1/6/2020).

Agar semua masyarakat paham, Pemerintah Daerah sudah memberitahukan kepada semua pihak baik organisasi perangkat daerah (OPD), Kepala Desa/Kelurahan, Pimpinan Pondok Pesantren, Perguruan Tinggi di Kabupaten Sumenep untuk juga melakukan sosialisasi.

Ditegaskan, adanya aturan baru tersebut posko pencegahan Covid-19 harus melakukan pemeriksaan terhadap setiap masyarakat yang masuk maupun keluar dari daerahnya.

“Kalau hasil rapid test itu berlaku selama tiga hari sementara untuk PCR berlaku tujuh hari. Biar masyarakat yang akan keluar atau masuk ke Sumenep agar bisa mempersiapkan berkas itu. Ini tujuannya untuk pencegahan penyebaran Covid-19,” jelasnya.

Guna mendapatkan surat keterangan itu, masyarakat bisa melakukan secara mandiri. Salah satunya ke rumah sakit, puskesmas maupun laboratorium swasta.

“Kalau surat keterangan sehat sudah banyak. Jadi untuk rapid test yang mandiri di laboratorium swata juga bisa,” pungkasnya.

Untuk diketahui, saat ini di Kabupaten Sumenep sudah ada 12 kasus terkonfirmasi positif virus Corona atau Covid-19. Dari 12 kasus dimaksud 2 pasien diantaranya telah dinyatakan sembuh, (Yd/Hem/Fa).